Rehabilitasi Bangunan Pekapalan di Tahun 2020

by pamongbudaya|| 16 Desember 2020 || || 27 kali

...

Bangunan Pekapalan adalah sebutan untuk bangunan-bangunan yang berada di sekitar Alun-alun utara Yogyakarta. Letaknya di seberang jalan dari alun-alun, namun berada di depan dinding / pagar kavling bangunan yang ada di sekitar alun-alun tersebut. Terdapat dua pendapat mengenai asal nama pekapalan. Pendapat pertama menyatakan bahwa nama pekapalan diambil dari nama kempal yang berarti berkumpul. Pendapat kedua menyatakan bahwa nama pekapalan berasal dari kata kapal yang berarti kuda. Apabila dikaitkan dengan fungsinya, kata kapal dapat berarti tempat untuk menambatkan kuda. Dulu fungsi bangunan / bangsal pekapalan adalah sebagai tempat singgah bagi para pejabat yang akan melakukan tradisi pisowanan atau  ngabekten (menghadap atau berbakti kepada raja). Pada masa setelah kemerdekaan bangunan-bangunan tersebut digunakan untuk layanan publik dan terakhir beberapa bangunan berubah fungsinya ada yang untuk tempat usaha / tempat wisata. Beberapa bangunan kondisinya sudah rusak dan memerlukan perbaikan / rehabilitasi.

Pada tahun 2019, Dinas Kebudayaan DIY merehabilitasi bangunan Pekapalan yang terletak di sisi utara alun-alun di sebelah timur pintu masuk ke Museum Sonobudoyo. Pihak Kraton Yogyakarta sebagai pemilik bangunan ini merencanakan penggunaan bangunan-bangunan di tempat ini sebagai tempat latihan dan/atau pentas tari dan/atau gamelan. Pada tahun 2020, pekerjaan di lokasi ini dilanjutkan. Pekerjaan yang dilakukan antara lain adalah pembuatan bangunan penunjang, penataan halaman, pembuatan tangga turun dari trotoar ke halaman, perbaikan dan pembuatan pagar, pekerjaan pengecatan, pekerjaan instalasi listrik, serta pekerjaan instalasi air bersih dan air hujan. Seperti pada bangunan pekapalan yang terletak di sebelah barat Alun-alun utara, maka di tempat ini halaman yang ada di sekitar bangunan pekapalan perlu diturunkan agar air hujan yang ada di halaman tidak mengalir masuk ke bangunan.   

Dalam foto yang menyertai tulisan ini tampak kondisi halaman yang telah diturunkan. Pada bagian kanan terlihat tangga turun dari trotoar ke arah halaman dan pada bagian kiri terlihat bangunan pekapalan posisinya lebih tinggi dari halaman di sekitarnya karena halaman di sekitarnya telah diturunkan ketinggiannya. (DD)

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi abdi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya bernama ...



Artikel Terkait


...
Pekerjaan Bangunan Pelindung Pada Kegiatan Rehabilitasi Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum ...


...
"Pre Construction Meeting" pada kegiatan Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pre Construction Meeting atau juga disebut dengan rapat persiapan pelaksanaan kontrak, adalah rapat koordinasi yang dilakukan setelah penandatanganan kontrak dan sebelum pelaksanaan kegiatan ...


...
Pameran Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pameran tentang cagar budaya dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain adalah pengenalan tentang cagar budaya kepada masyarakat, pemberian informasi mengenai cara-cara pelestarian cagar budaya dan ...





Copyright@2021

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta