Rehabilitasi Dewantara Kirti Griya di Tahun 2011

by pamongbudaya|| 16 Maret 2020 || || 48 kali

...

Dewantara Kirti Griya yang berarti “rumah yang berisi hasil kerja Ki Hajar Dewantara” adalah nama museum yang dibuat untuk mengenang Ki Hajar Dewantara, tokoh Pendidikan Nasional Indonesia. Sebenarnya gagasan pendirian museum ini diajukan sendiri oleh Ki Hajar Dewantara pada tahun 1958 pada saat rapat pamong (guru) Tamansiswa. Museum ini diresmikan dan dibuka untuk umum bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei 1970, lebih dari 10 tahun setelah wafatnya Ki Hajar Dewantara pada 26 April 1959. Peresmian museum ini ditandai dengan sengkalan yang berbunyi ”Miyat Ngaluhur Trusing Budi”, yang bermakna para pengunjung diharapkan dapat mempelajari, meresapi, menghayati isi museum untuk selanjutnya dapat menciptakan gagasan – gagasan baru.

Bangunan Dewantara Kirti Griya ini terletak di Jl. Tamansiswa No. 25, Yogyakarta. Pada zaman kolonial, bangunan ini merupakan rumah orang Belanda (Gevangenis Laan). Pada tanggal 14 Agustus 1934 bangunan ini dibeli oleh Tamansiswa dengan harga 3.000 gulden (mata uang Belanda). Pada tanggal 18 Agustus 1951, bangunan tersebut dihibahkan pada Yayasan Tamansiswa. Bangunan ini terletak di pojok utara depan dari kompleks Taman Siswa, di utara Pendopo Agung Taman Siswa yang selesai dibangun dan dibuka pada tanggal 27 September 1938.

Tahun 2011 bangunan Dewantara Kirti Griya ini direhabilitasi oleh Dinas Kebudayaan DIY. Rehabilitasi yang dilakukan antara lain meliputi penggantian genteng, rangka atap dan talang. Dilakukan juga penggantian plafon dan rangka plafon. Plafonnya sebagian besar berupa anyaman bambu bagian kulit bambu atau dikenal dengan istilah gedhek kulitan. Pekerjaan rehabilitasi yang lain adalah memperbaiki beberapa bagian dinding yang plesterannya sudah mengelupas dan beberapa kolom yang sudah rusak. Selain itu dilakukan pula pekerjaan pemasangan instalasi listrik yang baru, pekerjaan pemasangan peralatan saniter, instalasi air bersih, instalasi air kotor dan instalasi air hujan. Pekerjaan dilakukan pada bangunan induk, selasar bangunan induk, bangunan pendukung yang ada di belakang bangunan induk dan selasar yang ada di bangunan ini. Selain itu juga dilakukan rehabilitasi pada bangunan perpustakaan yang terpisah dari bangunan Dewantara Kirti Griya.

Foto yang menyertai tulisan ini menunjukkan kondisi sebelum dan sesudah rehabilitasi dari bangunan induk (di sebelah kiri foto) dan bangunan pendukung yang ada di belakangnya. (DD) 

 

Daftar pustaka :          

Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY. 24 Juli 2014. Museum Dewantara Kirti Griya dan Kompleks Pendopo Agung Taman Siswa, diakses dari https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ bpcbyogyakarta/menguak-sejarah-museum-dewantara-kirti-griya/, pada 10 Maret 2020

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi abdi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya bernama ...



Artikel Terkait


...
Pekerjaan Bangunan Pelindung Pada Kegiatan Rehabilitasi Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum ...


...
"Pre Construction Meeting" pada kegiatan Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pre Construction Meeting atau juga disebut dengan rapat persiapan pelaksanaan kontrak, adalah rapat koordinasi yang dilakukan setelah penandatanganan kontrak dan sebelum pelaksanaan kegiatan ...


...
Pameran Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pameran tentang cagar budaya dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain adalah pengenalan tentang cagar budaya kepada masyarakat, pemberian informasi mengenai cara-cara pelestarian cagar budaya dan ...





Copyright@2020

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta