Rehabilitasi Joglo Kotagede di Tahun 2018

by pamongbudaya|| 21 September 2020 || || 21 kali

...

Joglo Kotagede yang akan direhabilitasi ini terletak di Citran RT 04 RW 04, Kelurahan Jagalan Kecamatan Banguntapan, Bantul. Bangunan ini milik Pemerintah Daerah DIY sejak sekitar 2 tahun lalu. Bangunan yang dimiliki Pemda DIY berupa 2 buah rumah tradisional yang lokasinya berdampingan, keduanya menghadap ke jalan yang ada di selatannya. Setelah pada tahun 2016 dan 2017 dilakukan pemeliharaan pada bangunan ini, maka pada tahun 2018 dilakukan rehabilitasi pada kedua bangunan joglo ini. Menurut data yang didapat dari buku Rumah Pusaka Kotagede : Inventarisasi dan Dokumentasi 2011 terbitan Kementrian Pekerjan Umum, Dirjen Cipta Karya, Jakarta, tahun pembangunan kedua bangunan tersebut sekitar tahun 1743 untuk bangunan yang di sebelah timur dan tahun 1750 untuk bangunan yang di sebelah barat.

Sasaran pekerjaan yang dilakukan pada tahun 2018 ini adalah pada kedua bangunan baik yang di sebelah barat maupun yang di sebelah timur. Pada rumah di bagian barat, pekerjaan yang dilakukan antara lain adalah perbaikan gebyok di bagian dalem, perbaikan/ penggantian plesteran, perbaikan kusen dan daun pintu dan jendela, pembongkaran lantai keramik yang kemudian diganti dengan lantai tegel abu-abu ukuran 20x20 cm, dan pengecatan. Selain itu ada pembongkaran pagar pembatas yang ada di antara rumah di bagian barat dan di bagian timur. Pagar ini dibongkar karena dinilai bukan pagar lama dan dibangun sebagai pembatas kepemilikan antara rumah di bagian barat dan rumah di bagian timur. Pada rumah di bagian timur, pekerjaan rehabilitasi yang dilakukan antara lain adalah perbaikan pada plesteran, perbaikan pada kusen dan dau pintu dan jendela, pembongkaran lantai keramik yang kemudian diganti dengan lantai tegel abu-abu ukuran 20x20 cm, dan pengecatan.

Pada foto yang ditampilkan dapat dilihat proses pemlesteran kembali dinding bangunan pada bagian gandhok tengen pada rumah di bagian barat. Pemlesteran kembali dilakukan dengan menggunakan campuran bligon, sesuai dengan kondisi aslinya, yaitu penggunaan semen merah yang berasal dari batu bata yang ditumbuk.(DD).

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi abdi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya bernama ...



Artikel Terkait


...
Pekerjaan Bangunan Pelindung Pada Kegiatan Rehabilitasi Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum ...


...
"Pre Construction Meeting" pada kegiatan Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pre Construction Meeting atau juga disebut dengan rapat persiapan pelaksanaan kontrak, adalah rapat koordinasi yang dilakukan setelah penandatanganan kontrak dan sebelum pelaksanaan kegiatan ...


...
Pameran Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pameran tentang cagar budaya dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain adalah pengenalan tentang cagar budaya kepada masyarakat, pemberian informasi mengenai cara-cara pelestarian cagar budaya dan ...





Copyright@2020

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta