Revitalisasi Jagang Benteng Vredeburg di Tahun 2012

by pamongbudaya|| 15 September 2020 || || 5 kali

...

Jagang Benteng adalah istilah dalam Bahasa Jawa untuk menyebut parit yang terletak mengelilingi dinding benteng di sisi sebelah luar. Pada zaman dulu parit ini dibangun untuk memperkuat pertahanan dari suatu benteng. Ketika ada musuh yang menyerang suatu benteng maka sebelum mencapai dinding benteng tersebut, musuh harus melewati suatu parit yang cukup dalam dan lebar yang sulit untuk dilalui tentara berjalan kaki, tentara berkuda atau tentara dengan kereta berkuda. Untuk keluar masuk ke dalam benteng maka biasanya ada jembatan di atas parit yang dibuat dengan sistem ditarik atau diangkat ke atas.  

Benteng Vredeburg yang terletak di Jl. Margo Mulyo No. 6 Yogyakarta, menurut https://vredeburg.id/, dibangun pada tahun 1760 atas perintah dari Sri Sultan Hamengku Buwono I dan permintaan pihak pemerintah Belanda yang saat itu dipimpin oleh Nicholaas Harting yang menjabat sebagai Gubernur Direktur Pantai Utara Jawa. Benteng ini terletak di salah satu sudut perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta atau di perempatan titik 0 kilometer kota Yogyakarta. Setelah beberapa kali berubah status kepemilikan dan fungsi benteng, maka sejak tahun 1992 sampai sekarang, berdasarkan SK Mendikbud RI, benteng ini berubah namanya menjadi Museum Benteng Vredeburg Yoyakarta yang menempati tanah seluas 46.574 m2. Berdasarkan dokumentasi lama, maka di sekeliling benteng ini terdapat jagang benteng.

Keinginan untuk mewujudkan kembali tampilan benteng secara utuh, meskipun tidak seluruhnya, maka dilakukanlah kegiatan ekskavasi arkeologi pada tahun 2011 guna penelitian ukuran, bentuk dan hal lainnya tentang jagang benteng. Setelah itu pada tahun 2012 Dinas Kebudayaan DIY melakukan revitalisasi Jagang Benteng Vredeburg, dengan tujuan memunculkan kembali jagang benteng berdasarkan data-data yang ada. Pekerjaan yang dilakukan antara lain adalah pembongkaran obyek di atas tanah baik berupa pohon, pagar, maupun tiang lampu. Setelah itu dilakukan penggalian tanah, pemasangan lantai dan dinding, pemasangan air mancur, pembuatan pagar pengaman agar pengunjung tidak jatuh ke dalam jagang, penanaman rumput dan pekerjaan instalasi listrik. Penggalian tanah di tempat ini ada 2 jenis yaitu penggalian tanah biasa dan setelah kedalaman tertentu dilakukan penggalian tanah arkeologis. Penggalian tanah secara arkeologis biasanya dilakukan secara manual dan sangat hati-hati, dilakukan per jarak kedalaman tertentu untuk melihat ada tidaknya peninggalan di dalam tanah yang perlu dilestarikan.

Pada foto dapat dilihat di sektiar jagang yang telah dibangun ulang diberi pipa untuk air mancur,  kemudian di sisi atasnya diberi tanaman rumput dan terakhir dikelilingi dengan pagar besi demi keamanan agar pengunjung tidak tercebur ke area jagang benteng (DD).

Artikel Terpopuler


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin || 04 Maret 2014

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi abdi ...



...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin || 04 Maret 2014

Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya bernama ...



Artikel Terkait


...
Rehabilitasi Dinding Benteng Kraton Yogyakarta di Tahun 2018

by pamongbudaya || 30 Juli 2020

Pada tahun 2018 Dinas Kebudayaan DIY melakukan kegiatan rehabilitasi dinding benteng kraton Yogyakarta. Kegiatan pada tahun 2018 ini berada di dua plengkung dan tiga pojok beteng yaitu Plengkung ...


...
Pekerjaan Revitalisasi Tugu Pal Putih di Tahun 2014

by pamongbudaya || 31 Agustus 2020

Untuk memperkuat informasi tentang cagar budaya Tugu Pal Putih Yogyakarta dan hubungannya dengan Kraton Yogyakarta dalam sebuah sumbu filosofi, maka Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta ...


...
Penataan dan Pengembangan Kawasan Cagar Budaya di Tahun 2015

by pamongbudaya || 02 September 2020

Pada tahun 2015 Dinas Kebudayaan DIY melakukan rehabilitasi pada beberapa bangunan di kawasan cagar budaya yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pekerjaan dilakukan di beberapa tempat yaitu ...





Copyright@2020

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta