Pesanggrahan Hargopeni yang terletak di Kaliurang (Pesanggrahan Bagian XIII)

by pamongbudaya|| 02 Juli 2026 || 13 kali

...

Pada artikel sebelumnya tentang pesanggrahan, kita telah membaca sejumlah pesanggrahan milik Kraton Yogyakarta yang dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I, II, VI, VII, dan VIII, maka pada tulisan kali ini akan membawa kita mengenali Pesanggrahan yang dimiliki oleh Kadipaten Pakualaman Yogyakarta yaitu Pesanggrahan Hargopeni. Pesanggrahan ini terletak di kawasan wisata Kaliurang, tepatnya di Jl. Siaga No. 1, Kaliurang, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman dengan koordinat di sekitar -7.5969123,110.4240077. Saat ini kondisi bangunan cukup baik dan terawat karena masih digunakan oleh Kadipaten Pakualaman sebagai pesanggrahan. Jadi, mohon perhatian kepada #sobatbbudaya, jika ingin melihat pesanggrahan ini cukup dari luar pagar saja, karena memang tidak dibuka untuk umum. Dilarang masuk ke dalam pagar kecuali sudah mendapat izin dari pihak Kadipaten Pakualaman.

Pesanggrahan yang dibangun pada sekitar tahun 1930 ini dirancang oleh insinyur teknik sipil pribumi pertama lulusan Belanda yang juga cucu dari Paku Alam V, yaitu Prof. Ir. KRMT. Wreksodiningrat. Beliau juga pendiri Fakultas Teknik UGM dan sekaligus Dekan Pertama di fakultas tersebut. Bangunan di pesanggrahan ini terdiri dari bangunan induk di bagian depan, bangunan penunjang di bagian belakang dan garasi di bagian samping dari bangunan penunjang. Pada saat Perundingan Komisi Tiga Negara dilaksanakan di Kaliurang pada tanggal 13 Januari 1948, pesanggrahan ini digunakan tempat menginap delegasi dari Australia. Kemudian pada saat Agresi Militer II, Pesanggrahan Hargopeni menjadi camp tawanan perang (internir) Belanda. Pesanggrahan Hargopeni telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Keputusan Bupati Sleman Nomor 6.13/Kep.KDH/A/2019 dan ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya peringkat provinsi berdasarkan Keputusan Gubernur DIY No. 68/KEP/2025.

Foto dari bangunan induk dapat dilihat di awal tulisan ini. Kemudian foto selanjutnya adalah foto dari bangunan penunjang yang terletak di belakang bangunan induk. Sedangkan foto terakhir di bawah ini adalah tampak dari dalam salah satu ruangan bersegi banyak, yang tampak luarnya ada di foto pertama bagian kanan. (DD)

Artikel Terpopuler


...
Istilah - Istilah Gamelan dan Seni Karawitan

by admin || 07 Maret 2014

Ada-ada. Bentuk lagu dari seorang dhalang, umumnya digunakan dalam menggambarkan suasana yang tegang atau marah, hanya diiringi dengan gender.    Adangiyah. Nama dari jenis ...


...
Istilah- Istilah Gerakan Tari Gaya Yogyakarta

by admin || 05 Maret 2014

Ngithing. Posisi tangan dengan mempertemukan ujung jari tengah ibu jari membentuk lingkaran, sedangkan jari-jari lainnya agak diangkat keatas dengan masing-masing membentuk setengah lingkaran. ...


...
Sengkalan

by admin || 04 Maret 2014

  Deretan kata berupa kalimat atau bukan kalimat yang mengandung angka tahun, dan disusun dengan menyebut lebih dahulu angka satuan, puluhan, ratusan, kemudian ribuan. Kata-kata yang ...



Artikel Terkait


...
Pekerjaan Bangunan Pelindung Pada Kegiatan Rehabilitasi Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum ...


...
"Pre Construction Meeting" pada kegiatan Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pre Construction Meeting atau juga disebut dengan rapat persiapan pelaksanaan kontrak, adalah rapat koordinasi yang dilakukan setelah penandatanganan kontrak dan sebelum pelaksanaan kegiatan ...


...
Pameran Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pameran tentang cagar budaya dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain adalah pengenalan tentang cagar budaya kepada masyarakat, pemberian informasi mengenai cara-cara pelestarian cagar budaya dan ...





Copyright@2026

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta