Artikel Budaya


...
Masakan Khas Kraton Yogyakarta

by admin|| 04 Maret 2014 || 89.588 kali


Glendhoh Masakan khas Keraton Yogyakarta, sebagai salah satu makan siang sultan, yang bahan utamanya adalah daging burung dara muda (piyik). Cara membuatnya, daging burung dara muda yang utuh, isi perutnya dikeluarkan lalu diisi dengan daging cincang yang diberi bumbu bawang merah, bawang putih, dan ketumbar, serta rempah daun, ditambah santan kanil (santan kental), kemudian perut burung dara tersebut dijahit menjadi utuh kembali, yang disebut dengan glendhoh. Setelah glendhoh ...


...
Gerakan Tarian

by admin|| 04 Maret 2014 || 73.332 kali


Joged Mataram, Pathokan Baku.       Pathokan yang mutlak harus ditaati oleh seorang penari., baik putra maupun putri yang ingin mencapai tingkat optimal dalam seni tarinya.       Pathokan Baku Joged Mataram tersebut antara lain : 1.       Pandengan (pandangan mata) 2.       Pacak gulu ...


...
Sejarah Yogyakarta

by admin|| 04 Maret 2014 || 39.139 kali


Sejarah kehidupan manusia dimulai dari masa prasejarah, dan dari masa ke depan mengalami perkembangan, mulai dari pola hidup berpindah-pindah. kepada pola hidup menetap, pembentukan komunitas dengan tokoh-tokoh pemimpin, sampai pada tingkat membentuk negara. Dari belum mengenal tulisan sampai kepada menulis naskah dalam berbagai huruf dan bahasa. Tahap-tahap dalam sejarah kehidupan manusia itu tercermin dari tinggalan-tinggalan arkeologis, baik berupa artefak, ekofak, maupun ...


...
Sugengan Plataran

by admin|| 04 Maret 2014 || 51.563 kali


 Rangkaian upacara untuk memperingati Tingalan dalem Upacara ini diadakan pada hari ulang tahun Sri Sultan, bertempat di Tratag Bangsal Kencana, dan dimulai kurang lebih pada pukul 10.00 WIB. Upacara ini dipimpin oleh seorang abdi dalem  dari Reh Pengulon. Upacara ini dihadiri antara lain oleh para abdi dalem keparak dan abdi dalem lainnya, serta para kerabat Sri ...


...
Ambarketawang, Pesanggrahan.

by admin|| 04 Maret 2014 || 29.976 kali


 Pesanggarahan ini didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I (Pangeran Mangkubumi) pada tahun 1755 (setelah perjanjian Giyanti/ Palihan nagari) di sebuah desa (Gunung Gamping) di wilayah desa Ambarketawang. Tempat ini justru dipilih oleh Pangeran Mangkubumi sebelum ia mempunyai tempat untuk pusat pemerintahannya.               Menurut bekas-bekasnya istana ...


...
Upacara Bekakak

by admin|| 04 Maret 2014 || 106.509 kali


 Upacara bekakak di Gunung Gamping. Upacara bekakak disebut juga Saparan. Disebut saparan sebab pelaksanaan upacara tadi harus jatuh atau berkaitan dengan bulan sapar. Upacara ini diadakan atas perintah P. Mangkubumi. Mengenai kata saparan berasal dari kata sapar dan berakhiran an. Kata sapar identik dengan ucapan Arab Syafar yang berarti bulan Arab yang kedua. Jadi Saparan ialah upacara selamatan yang diadakan disetiap bulan ...


...
Upacara Wiyosan Kanjeng Kiai Tunggul Wulung

by admin|| 04 Maret 2014 || 61.501 kali


Upacara ini diselenggarakan oleh bangsawan (keraton) di Yogyakarta. Kata wiyos (bahasa Jawa) adalah bentuk kata kerja (tanduk) dari kata wiyos. Dalam kalimat wiyosan/miyosan, Kanjeng Kiai Tunggul Wulung terkandung arti keluarnya kanjeng Kiai Tunggul Wulung dari dalam keraton. Pusaka ini berupa bendera yang termasuk pusaka yang dikeramatkan sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana I. Diberi nama wulung karena benda pusaka tersebut berwarna dasar biru tua kehitam-hitaman. ...


...
Upacara Rebo Wekasan

by admin|| 04 Maret 2014 || 52.910 kali


Suatu upacara tradisional yang terdapat di Desa Wonokromo, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Plered, Kabupaten Bantul. Rebo Wekasan berasal dari kata rebo yang berarti hari rabu dan wekasan yang berasal dari kata wekas yang berarti akhir, sedang akhiran an sebagai bentuk kata benda. Jadi rebo wekasan itu hari rabu terakhir. Upacara Rebo Wekasan ialah upacara yang diadakan pada hari rabu terakhir pada bulan Sapar. Upacara ini diadakan pada malam hari mulai pukul 07.00 sore sampai pukul ...


...
Upacara Kupatan Jolosutro

by admin|| 04 Maret 2014 || 49.864 kali


Kupatan dari kata kupat yang berarti ketupat, sedang Jolosutro adalah nama dari suatu desa di Kelurahan Sri Mulyo, Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul. Kupatan di Jolosutro ini bagi penduduk setempat merupakan upacara bersih desa/Rasulan. Pelaksanaan upacara ini dilakukan dalam dua tahap: 1)      Tahap pertama upacara nyekar pada makam leluhur, ke makam Sunan Geseng. Persiapan upacara dilakukan oleh kepala dukuh, juru kunci makam, kepala ...


...
Upacara Caos Dhahar Nyai Panggung dan Kiai Kosa

by admin|| 04 Maret 2014 || 59.159 kali


Caos dhahar dalam bahasa daerah berarti menyajikan santapan. Nyai Panggung dan Kiai Kosa adalah nama tokoh-tokoh dhanyang yang menurut kepercayaan menjadi penghuni pohon wringin sepuh. Kedua tokoh dhanyang itu dianggap sebagai makhluk halus yang menjaga/menguasai (mbaureksa) wringin sepuh yang terdapat di komplek bekas hutan Mentaok. Menurut legenda Nyai Panggung dan Kiai Kosa adalah dua orang abdi Kanjeng Panembahan Senopati, raja pertama kerajaan Mataram, sedangkan wringin sepuh ...





Copyright@2026

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta