Artikel Budaya


...
Langendriya

by admin|| 04 Maret 2014 || 23.890 kali


        Salah satu opera tari di Yogyakarta yang menarinya dengan cara jongkok (lutut tidak menyentuh lantai, hanya pada saat tancep lutut dipakai sebagai salah satu tumpuan). Ketika bergerak, telapak kaki yang dipakai sebagai tumpuan dalam posisi jinjit (berjengket) dengan badan tetap dalam sikap tegap.       Lahir antara tahun 1855-1913, buah karya tokoh seniman bangsawan Yogyakarta, ...


...
Filosofi dan Nilai Budaya Keraton Yogyakarta

by admin|| 04 Maret 2014 || 137.178 kali


Gayam, Pohon. Di lingkungan Keraton, pohon Gayam ditanam di tepi jalan menuju Siti Hinggil, disebelah selatan Tratag Pagelaran, berjumlah 6 pohon dan masing-masing tiga pohon di sisi sebelah Barat dan Timur. Kata Gayam dalam Bahasa Jawa berarti nggayuh atau meraih sesuatu, sedang kayu pohon gayam melambangkan jiwa pendeta. Hal ini dimaksudkan agar manusia mempunyai keinginan untuk mencari jalan keutamaan hidup, mengharap anugerah dan berkah dari Sultan. Di tengah keenam pohon ...


...
Sengkalan

by admin|| 04 Maret 2014 || 376.925 kali


  Deretan kata berupa kalimat atau bukan kalimat yang mengandung angka tahun, dan disusun dengan menyebut lebih dahulu angka satuan, puluhan, ratusan, kemudian ribuan. Kata-kata yang terdapat dalam sengkalan bukan sembarang kata yang disusun, melainkan dipilih sesuai dengan angka tahun. Deretan kata sengkalan selain sebagai simbol angka tahun juga merupakan simbol konsep-konsep magis tradisional dalam kepercayaan masyarakat. Simbol-simbol ini dapat dipahami maknanya jika ...


...
Masakan Khas Kraton Yogyakarta

by admin|| 04 Maret 2014 || 90.826 kali


Glendhoh Masakan khas Keraton Yogyakarta, sebagai salah satu makan siang sultan, yang bahan utamanya adalah daging burung dara muda (piyik). Cara membuatnya, daging burung dara muda yang utuh, isi perutnya dikeluarkan lalu diisi dengan daging cincang yang diberi bumbu bawang merah, bawang putih, dan ketumbar, serta rempah daun, ditambah santan kanil (santan kental), kemudian perut burung dara tersebut dijahit menjadi utuh kembali, yang disebut dengan glendhoh. Setelah glendhoh ...


...
Gerakan Tarian

by admin|| 04 Maret 2014 || 75.463 kali


Joged Mataram, Pathokan Baku.       Pathokan yang mutlak harus ditaati oleh seorang penari., baik putra maupun putri yang ingin mencapai tingkat optimal dalam seni tarinya.       Pathokan Baku Joged Mataram tersebut antara lain : 1.       Pandengan (pandangan mata) 2.       Pacak gulu ...


...
Sejarah Yogyakarta

by admin|| 04 Maret 2014 || 40.413 kali


Sejarah kehidupan manusia dimulai dari masa prasejarah, dan dari masa ke depan mengalami perkembangan, mulai dari pola hidup berpindah-pindah. kepada pola hidup menetap, pembentukan komunitas dengan tokoh-tokoh pemimpin, sampai pada tingkat membentuk negara. Dari belum mengenal tulisan sampai kepada menulis naskah dalam berbagai huruf dan bahasa. Tahap-tahap dalam sejarah kehidupan manusia itu tercermin dari tinggalan-tinggalan arkeologis, baik berupa artefak, ekofak, maupun ...


...
Sugengan Plataran

by admin|| 04 Maret 2014 || 51.645 kali


 Rangkaian upacara untuk memperingati Tingalan dalem Upacara ini diadakan pada hari ulang tahun Sri Sultan, bertempat di Tratag Bangsal Kencana, dan dimulai kurang lebih pada pukul 10.00 WIB. Upacara ini dipimpin oleh seorang abdi dalem  dari Reh Pengulon. Upacara ini dihadiri antara lain oleh para abdi dalem keparak dan abdi dalem lainnya, serta para kerabat Sri ...


...
Ambarketawang, Pesanggrahan.

by admin|| 04 Maret 2014 || 30.467 kali


 Pesanggarahan ini didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I (Pangeran Mangkubumi) pada tahun 1755 (setelah perjanjian Giyanti/ Palihan nagari) di sebuah desa (Gunung Gamping) di wilayah desa Ambarketawang. Tempat ini justru dipilih oleh Pangeran Mangkubumi sebelum ia mempunyai tempat untuk pusat pemerintahannya.               Menurut bekas-bekasnya istana ...


...
Upacara Bekakak

by admin|| 04 Maret 2014 || 108.651 kali


 Upacara bekakak di Gunung Gamping. Upacara bekakak disebut juga Saparan. Disebut saparan sebab pelaksanaan upacara tadi harus jatuh atau berkaitan dengan bulan sapar. Upacara ini diadakan atas perintah P. Mangkubumi. Mengenai kata saparan berasal dari kata sapar dan berakhiran an. Kata sapar identik dengan ucapan Arab Syafar yang berarti bulan Arab yang kedua. Jadi Saparan ialah upacara selamatan yang diadakan disetiap bulan ...


...
Upacara Wiyosan Kanjeng Kiai Tunggul Wulung

by admin|| 04 Maret 2014 || 62.271 kali


Upacara ini diselenggarakan oleh bangsawan (keraton) di Yogyakarta. Kata wiyos (bahasa Jawa) adalah bentuk kata kerja (tanduk) dari kata wiyos. Dalam kalimat wiyosan/miyosan, Kanjeng Kiai Tunggul Wulung terkandung arti keluarnya kanjeng Kiai Tunggul Wulung dari dalam keraton. Pusaka ini berupa bendera yang termasuk pusaka yang dikeramatkan sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana I. Diberi nama wulung karena benda pusaka tersebut berwarna dasar biru tua kehitam-hitaman. ...





Copyright@2026

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta