Artikel Budaya


...
Penghargaan Pelestari Cagar Budaya di Tahun 2005

by pamongbudaya|| 28 Oktober 2019 || || 158 kali


Pada tahun 2005, penghargaan bagi pelestari bangunan cagar budaya diberikan kepada pemilik tiga belas bangunan yang tersebar di 5 kabupaten / kota yang ada di DIY. Bangunan-bangunan yang pemiliknya memperoleh penghargaan adalah sebagai berikut :  Museum Sasmita Loka Pangsar Jenderal Sudirman di Jl. Bintaran Wetan No. 3, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta. Klenteng Poncowinatan di Jl. Poncowinatan No. 15, Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Yogyakarta. Rumah ...


...
Penghargaan Pelestari Cagar Budaya di Tahun 2008

by pamongbudaya|| 28 Oktober 2019 || || 85 kali


Pada hari Rabu, 12 November 2008, Pemerintah Provinsi DIY memberikan penghargaan kepada pelestari bangunan cagar budaya. Penerima penghargaan menerima insentif untuk pemeliharaan bangunan sebesar Rp. 5 juta. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Sri Paku Alam IX atas nama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Bangsal Wiyoyo Projo, Komplek Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta. Para penerima penghargaan adalah pemilik/pengelola bangunan-bangunan sebagai berikut : Gedung Indis Kodim ...


...
Penghargaan Pelestari Cagar Budaya di Tahun 2010

by pamongbudaya|| 28 Oktober 2019 || || 103 kali


Penghargaan kepada Pelestari Cagar Budaya diberikan lagi pada tahun 2010, setelah sebelumnya pada tahun 2009 tidak ada kegiatan pemberian penghargaan ini. Pada tahun ini pemberian penghargaan didasari Peraturan Gubernur (Pergub) DIY No. 76 Tahun 2008 tentang Pemberian Penghargaan Pelestari Kawasan Cagar Budaya dan Benda Cagar Budaya, yang ditetapkan pada tanggal 30 Desember 2008. Menurut Pergub ini kriteria penilaian pelestari cagar budaya meliputi aspek pengelolaan, aspek kesesuaian fungsi dan ...


...
Penghargaan Pelestari Cagar Budaya di Tahun 2002

by pamongbudaya|| 24 Oktober 2019 || || 117 kali


Kegiatan pemberian penghargaan pelestari cagar budaya telah dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DIY pada tahun 1999 dan 2000. Pada tahun 2001 tidak ada kegiatan tersebut dan baru diadakan lagi pada tahun 2002. Pada tahun ini tim penilai memutuskan untuk memberi penghargaan kepada 10 orang / lembaga yang dinilai telah melestarikan bangunan yang mereka miliki. Bangunan–bangunan tersebut adalah : Susteran Amal Kasih Darah Mulia, di Jl. Abu Bakar Ali 12, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan ...


...
Penghargaan Pelestari Cagar Budaya di Tahun 2004

by pamongbudaya|| 24 Oktober 2019 || || 97 kali


Pada tahun 2004 ini kegiatan pemberian penghargaan kepada pelestari bangunan cagar budaya kembali  dilakukan setelah pada tahun 2003 tidak dilakukan. Pada tahun ini penghargaan diberikan kepada pemilik dari bangunan-bangunan ini : Monumen Perjuangan Rumah Makan Sate Puas di Jl. Gamelan Kidul 1, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta Pesanggrahan Dalerm Ngeksigondo di Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman Gereja Katolik Santa Maria Lourdes di Promasan, Desa ...


...
Penghargaan Pelestari Cagar Budaya di Tahun 2000

by pamongbudaya|| 23 Oktober 2019 || || 110 kali


Penghargaan Pelestari Cagar Budaya di Tahun 2000   Tahun 2000, Dinas Kebudayaan DIY memberikan penghargaan pelestari bangunan cagar budaya kepada sembilan orang/ lembaga yang dinilai telah melestarikan bangunan cagar budaya yang dimilikinya / dikelolanya. Bangunan tersebut adalah : Dalem Kaneman di Jl. Kadipaten Kidul No. 44, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Masjid Margoyuwono di Jl. Langenastran Lor No. 9, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Rumah ...


...
Istilah - Istilah Gamelan dan Seni Karawitan

by admin|| 07 Maret 2014 || || 196.626 kali


Ada-ada. Bentuk lagu dari seorang dhalang, umumnya digunakan dalam menggambarkan suasana yang tegang atau marah, hanya diiringi dengan gender.    Adangiyah. Nama dari jenis lagu rebab yang pada umumnya digunakan untuk buka terutama dalam gendhing-gendhing yang terlaras Pelog lima, nem, dan barang yang menggunakan lagu dengan notasi untuk Pelog lima 3 ....2165, untuk pelog nem  6 .....3216, dan Pelog barang dengan 2... 7 2 7 6 5, masing –masing ...


...
Kanjeng Raden Tumenggung Wironegoro

by admin|| 04 Maret 2014 || || 264.556 kali


Kanjeng Raden Tumenggung Wironegoro. Seorang seniman tari dan pencipta gendhing. Lahir pada tanggal 29 Juni 1884, ia masuk menjadi abdi Kraton tahun 1889 dan memulai karier dalam bidang kesenian khususnya Karawitan dan tari. Mulai tahun 1918 mencipta gending antara lain : Gending Patra Manggala( Sekar Ageng Pewlog Bem Kendhangan Ketawang), Gendhing Jiwa Retna, Candra Mengeng, Sastra Menggala dan puluhan gendhing lainnya. P ada waktu menjadi guru tari dan ikut mengajar di Kridho Beksa Wirama, ...


...
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

by admin|| 04 Maret 2014 || || 321.288 kali


Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi abdi dalem Kraton sebagai Jajar Prajurit Wirabraja hingga menjadi Bupati Anom yang berkantor di KHP. Kridomardowo Kraton Yogyakarta. Dalam membantu usaha pemerintah,beliau menjadi guru di IKIP Jurusan Bahasa Jawa Bagian Kesenian, Guru karawitan di SGA, guru Konservatori Tari Indonesia dan Guru ASTI. ...


...
Raden Wedono Larassumbogo

by admin|| 04 Maret 2014 || || 290.886 kali


Raden Wedono Larassumbogo, putra kedua dari R. Sosrosidurejo ini dilahirkan di Kampung Bumijo Yogyakarta  pada tanggal 27 Juli 1884 atau 12 Dulkongidah wawu 1813. Pada masa kecilnya bernama R. Hardjo. Mempelajari gamelan ( Karawitan) Sejak usia 11 tahun di bawah asuhan K.R.T Purboningrat, dan kemudian dimagangkan dalam Kraton Yogyakarta. Pada tahun 1904 oleh Sri Sultan Hamengku Buwana VII, RW. Larassumbogo diangkat menjadi Abdi Dalem Jajar Wiyogo . Tahun 1910 diangkat menjadi Bekel ...





Copyright@2020

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta