Sultan: Wayang Potensial Memperkuat Keberadaan NKRI

by admin|| 23 Agustus 2013 || 9.437 kali

...

Jakarta, Aktual.co — Kesenian wayang merupakan salah satu unsur potensial untuk memperkuat keberadaan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Demikian dikatakan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Wayang sebagai hasil karya seni budaya dapat berfungsi untuk menyeimbangkan kehidupan masyarakat dalam rangka ikut membangun solidaritas kebangsaan dalam kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk," katanya dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Paku Alam IX di Yogyakarta, Kamis (22/8).

Menurut dia pada pembukaan Kongres Pewayangan II dan Konferensi Wayang 2013, dari kesenian wayang, bangsa ini dapat membendung arus besar budaya populer yang cenderung mengesampingkan norma dan nilai kemanusiaan, dan diharapkan dapat meminimalisasi pandangan yang sempit tentang nilai kehidupan dan kemanusiaan.

"Hal itu juga merupakan salah satu kegiatan yang akan mendukung dan memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat seni budaya, kota pendidikan, dan kota pariwisata," katanya.

Ia mengatakan, wayang tidak sekadar menghadirkan suatu tontonan saja, tetapi juga tuntunan melalui cerita yang penuh filosofi dan ajaran luhur yang tercermin dari watak dan karakter tokoh-tokoh wayang yang mencerminkan kepribadian Bangsa Indonesia.

"Wayang mempunyai pengertian 'wewayanging ngaurip' yang artinya gambaran kehidupan kita bersama," kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Menurut dia, Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY salah satunya mengatur tentang kebudayaan yang berlangsung di DIY dan Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 4 Tahun 2011 tentang Tata Nilai Budaya Yogyakarta.

"Tata Nilai Budaya Yogyakarta adalah tata nilai budaya Jawa yang memiliki kekhasan semangat pengaktualisasiannya berupa pengerahan segenap sumber daya (golong gilig) secara terpadu (sawiji) dalam kegigihan dan kerja keras yang dinamis (greget), disertai dengan kepercayaan diri dalam bertindak (sengguh), dan tidak akan mundur dalam menghadapi segala risiko apapun (ora mingkuh)," katanya.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset Universitas Gadjah Mada (UGM) Budisantoso Wignyosukarto mengatakan, wayang merupakan salah satu media untuk proses pengembangan karakter bangsa agar mampu mempertahankan tradisi Indonesia dalam berjuang melawan arus globalisasi yang sedang terjadi.

"Namun demikian, penggunaaan wayang sebagai alat untuk pendidikan masih sangat minim. Hal itu sungguh memprihatinkan," katanya.
(Ant)
Ari Purwanto

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta