Nandur Srawung 2022: Nandur Gawe, Srawung Sinau

by ifid|| 20 Oktober 2022 || || 171 kali

...

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudhayan), melalui UPT Taman Budaya Yogyakarta yang bekerjasama dengan seniman seni rupa, kembali menggelar Pameran Nandur Srawung tahun 2022. Pameran ini berlangsung selama tujuh hari, dimulai dari tanggal 16 oktober 2022 hingga 22 Oktober 2022 bertempat di Taman Budaya Yogyakarta.

Nandur Srawung merupakan pameran seni yang rutin digelar oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudhayan) DIY. Tahun ini, pameran Nandur Srawung telah memasuki tahun ke sembilan dan mengambil tema “Matrix Mayapada”. Menurut Rain Rosidi, salah satu kurator yang terlibat dalam pameran Nandur Srawung 2022 ini, “Matrix Mayapada” dipilih pada dasarnya karena menurut Kami (tim dan kurator) kebudayaan hadir melalui semesta bahasa yang memiliki matriksnya, yaitu dimensi struktur dan sistem simboliknya. Kemudian didalam sistem dan struktur tersebut, kita akan melihat perkembangan bagaimana hal-hal tersebut berdampak secara teknologi komunikasi digital dengan berbagai macam enkripsinya atau pembacaan ulang terhadap kode-kode bahasa tersebut. Termasuk didalamnya kita akan mengangkat kode-kode bahasa yang muncul didalam seni tradisi kita.

Dikuratori oleh Arsita Pinandita, Bayu Widodo, Irene Agrivina, Rain Rosidi, dan Sujud Dartanto, Nandur Srawung menampilkan karya-karya seni dari 240 partisipan yang tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga berasal dari Amerika Serikat, Australia, Austria, India, Korea Selatan, Mexico, Prancis, Russia, dan Jerman. Pengunjung yang datang ke pameran tersebut dapat menjumpai karya-karya dari berbagai macam perspektif, termasuk non binary maupun disabilitas. Nandur Srawung 2022 mengakomodasi berbagai macam metode penciptaan seni, diantara lain seni yang berbasis komunitas, para perupa yang melakukan re-enkripsi atau pembacaan ulang terhadap sistem dan produk seni tradisi, serta menciptakan ruang bagi karya-karya yang dalam perspektif inklusif dan terbuka.

Selain menyajikan pameran seni, Nandur Srawung 2022 juga memiliki dua program pokok lain, yaitu  Nandur Gawe dan Srawung Sinau. Nandur Gawe adalah program yang dilaksanakan guna mendukung atau mengakomodasi project seni yang dilakukan oleh masyarakat yang telah dilaksanakan mulai dari tanggal 1 Oktober 2022. Program Nandur Gawe diikuti oleh 8 komunitas serta kelompok dengan fokus atau ketertarikan project yang berbeda-beda, diantaranya lingkungan hidup, kearifan lokal, budaya virtual dan teknologi informasi, inklusivitas dalam seni, dan spiritualitas.

Sedangkan Srawung Sinau adalah program yang dilaksanakan guna memfasilitasi atau mewadahi peneliti muda yang berbasis seni rupa dan mengenai aspek-aspek dalam penyelanggaraan pameran, terutama dalam Nandur Srawung 2022. Program ini diikuti oleh 5 orang peneliti dengan ketertarikan dan fokus ilmu yang berbeda, diantaranya mengenai kepenontonan pada perhelatan Nandur Srawung, posisi Nandur Srawung dalam medan seni rupa sebagai peristiwa seni rupa yang didukung oleh pemerintah, tematik Nandur Srawung dari masa ke masa, inklusivitas dalam Nandur Srawung 2022, dan identitas, perwajahan, karya, serta artistik Nandur Srawung 2022. Salah satu proses dari program ini adalah adanya presentasi publik yang dilakukan oleh masing-masing peneliti.

Dalam sambutan pembukaan, Dian Laksmi Pratiwi selaku Kepala Dinas Kebudayaan (Kunda Kabudaya) menyampaikan bahwa melalui program-program yang dimiliki, Nandur Srawung 2022 diharapkan dapat memberikan akses dan keterlibatan publik lebih luas serta mewujudkan harapan agar seni bisa terhubung dengan siapa saja. (Nadila Dwi Putri R)

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...


...
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan

by admin || 07 September 2016

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bersama Masyarakat Tradisi (Matra) Yogyakarta, akan menyelenggarakan Festival Gejog Lesung Keistimewaan, pada 9 dan 10 September 2016 ...


...
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah

by admin || 16 Oktober 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Budaya Menoreh 2016. Rangkaian acara yang diselenggarakkan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kulonprogo ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2023

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta