Peringatan Hari Wayang Nasional Tahun 2022: Nyerak Wayang, Nedhak Dhalang, Nyemak Piwulang

by ifid|| 08 November 2022 || || 197 kali

...

Tanggal 7 November diperingati sebagai Hari Wayang Dunia sejak UNESCO menetapkan seni budaya wayang sebagai A Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tahun 2003 di Paris dan sesuai dengan Keppres No. 30 tahun 2018 tentang hari wayang nasional. Tahun ini, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY memperingati hari Wayang nasional dengan menggelar arak-arakan, stand demo mengenai wayang, umbul donga, pementasan wayang kancil, wayang golek, dan tiga dalang putri di Pasar Lama Imogiri. Imogiri dipilih karena wilayah ini dipercaya memiliki nilai historis terkait cikal-bakal wayang di Pulau Jawa.

Kegiatan ini mengutamakan adanya peran serta keterlibatan murid atau anak-anak, guru dan masyarakat pada umumnya. Hal ini bertujuan untuk menguatkan hakikat wayang yang merupakan seni tradisi kerakyatan yang kembali merakyat serta berharap agar wayang tetap sumulur dan upaya tersebut perlu ditanamkan sejak usia dini. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 150 peserta yang merupakan pelajar tingkat sekolah dasar sekolah menengah atas, dan mahasiswa.

Peringatan Hari Wayang Nasional Tahun 2022 mengambil tema “NYÊRAK WAYANG -  NÊDHAK DHALANG - NYÊMAK PIWULANG”. Nyerak Wayang diartikan sebagai bagian dari upaya kembali mendekatkan generasi muda untuk mencintai wayang, Nedhak Dhalang diartikan sebagai upaya pendekatan wayang dari sisi historis dan sejarah, dan Nyemak Piwulang diartikan sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan wayang pada pentingnya upaya regenerasi wayang kepada generasi anak-anak. 

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah DIY yang diwakili oleh Asisten Sekda Aris Eko Nugroho, S.P. M.Si. menyampaikan bahwa akhir-akhir ini terdapat trend yang menyiratkan harapan dengan adanya revitalisasi kesenian tradisional khususnya wayang melalui platform media modern yang bersifat global. Saat ini juga jagad seni tradisional terangsang untuk mencari format yang baru bagi penampilannya seiring revitalisasi kesenian tradisional lokal melalui media visual seperti media sosial youtube. Pengguna dan penonton youtube sebagai besar adalah generasi milenial atau generasi muda. Wayang sebagai seni pertunjukan yang menghibur ikut mengalami perubahan cukup radikal. Perubahan itu terjadi tidak hanya pada tatanan konsep filosofi wayang sebagai hiburan dan pendidikan moralitas, dimana seorang dalang menjadi penjaganya tetapi lebih jauh pada praktisnya yakni cara keseharian dalang ketika menyajikan pentas wayang di atas panggung. Fenomena sekarang menunjukkan bahwa persentuhan seni wayang dengan cabang-cabang budaya lain ikut memberi kontribusi pembentukan persepsi-persepsi baru tentang wayang baik filosofi maupun bagaimana mengemas pakelirannya agar dapat diminati lebih baik sekaligus mengupayakan eksistensi dan memperluas pencintanya. Pada akhirnya menjadi kewajiban bangsa ini untuk melestarikan dan menjadikan wayang tetap eksis. 

Diharapkan Peringatan Hari Wayang Nasional ini menjadi bagian dari perwujudan pemeliharaan dan pengembangan wayang. Nyerak wayang, membawa harapan agar generasi muda kembali mendekat pada wayang. Nedhak dhalang, membawa harapan pada peneguhan kembali keberadaan dalang untuk bisa mendudukkan diri sebagai seorang yang benar-benar bisa ngudhal piwulang. Nyemak piwulang, membawa harapan agar setiap akhir pertunjukkan ada masyarakat dapat memahami pemaknaan nilai, makna, dan moral yang terdapat dalam setiap lakon pertunjukkan wayang.

Acara peringatan hari wayang ini juga menghadirkan ara-arakan tumpeng dan Wayang tokoh semar yang di bawa oleh anak-anak sekolah dasar sampai Mahasiswa, serta menghadirkan workshop nyoret, natah, dan nyungging wayang dengan peserta SD Pucung, Wukirsari, Imogiri. (Nadila Dwi Putri R)

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...


...
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan

by admin || 07 September 2016

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bersama Masyarakat Tradisi (Matra) Yogyakarta, akan menyelenggarakan Festival Gejog Lesung Keistimewaan, pada 9 dan 10 September 2016 ...


...
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah

by admin || 16 Oktober 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Budaya Menoreh 2016. Rangkaian acara yang diselenggarakkan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kulonprogo ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2023

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta