Membangan Ekosistem Melalui Jogja Violin Fast

by ifid|| 13 Maret 2023 || || 217 kali

...

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata DIY, menyelengarakan kegiatan Jogja Vilolin Fest ke 4 2023 di Tebing Breksi, Sabtu, 11 Maret 2023, enent tahuan ini menjadi salah satu dari 5 pioritas program Dinas Kebudayaan DIY dalam mengeloka ekosistem kebudayaan.

Kepala Dinas Kundha Kanudayan DIY Dian Lakshmi Pratiwi hadir menyaksikan Jogja Violin  Fest ke 4, dengan antusias, beliau juga berkesempatan mejadi narasumber dalam sela-sela pertunjukan Jogja Violin Fest ke 4 untuk berbincang tentang kolaborasi ini, Manajemen Talenta “suatu sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia Unggul, di bidang seni dan kebudayaan kemudian dirancang dalam suatu pengelolaan, dari bibit-bibit baru, menuju ke bibit-bibit potensial, dari bibit potensial menjadi bibit Unggul, dari bibit unggul menjadi Maestro, maestronya mmberi dampak kepada bibit-bibit baru, jadi ekosistem pengelolalan managemen talenta itu akan berjalan, dan kita bisa lihat tadi beberapa pemain Violin, komunitas Vilolin berkolaborasi dengan kesenia Jathilan dan yang lainya tdi” kata Dian Laskhmi P. dalam event ini adanya urusan Kebudayan, Kami Dinas Kebudayan (Kundha Kabudayan) DIY berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata DIY untuk ngroyok kebudayaan sesuai porsinya masing-masing.

Jogja Violin  Fest ke 4 ini Menganggan tema “Tala Aksawakya” yang artinya melalui violin, musik dan kebudayaan, mereka dapat membelah langit agar diketahui. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari Jogja Violin Festival akan dimeriahkan oleh penyanyi-penyanyi tanah air, diantaranya Woro Widowati,


King Gaseng, FAS, Okky Kumala, Vicky Prasetyo, NOS Indonesia, Symphonima, Komunitas Biola Jogja dan komunitas-komunitas
yang ada di Indonesia lainnya. Events ini juga menjadi Event Violin tahuan yang pertama dan terbesar di Indonesia.

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta