Ruang Kolaborasi Literasi Yogyakarta.

by ifid|| 03 Mei 2023 || || 723 kali

...

Jogja Art and Book Festival 2023 resmi digelar untuk pertama kalinya di Yogyakarta. Festival yang menggabungkan seni, musik, dan literasi ini diselenggarakan di The Ratan, berlangsung dari 29 April s.d 16 Mei 2023. Acara yang resmi dibuka oleh Kepala Disbud DIY Dian Lakshmi Pratiwi tersebut menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti pameran buku dan seni rupa, orasi kebudayan, bedah buku, hingga pentas seni literasi yang terbuka untuk umum.

Festival ini adalah ajang yang mempertemukan berbagai kalangan mulai dari penulis, penerbit, editor, seniman, bahkan penggiat literasi di wilayah Yogyakarta. “Saya sangat senang dan merasa terhormat dapat hadir di Jogja Art and Book Festival 2023. Tentu menjadi kebanggaan bagi Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan untuk bisa berkontribusi dan berkolaborasi dalam event ini,” ungkap Dian Laksmi dalam sambutannya. Kadinas Kebudayaan DIY tersebut juga sangat mengapresiasi pelaksanaan Jogja Art and Book Festival, serta menegaskan akan pentingnya literasi yang terkait dengan sumber daya budaya secara khusus.

Sementara itu, Direktur Jogja Art + Book Festival 2023 Dodo Hartoko menekankan kegiatan ini menitikberatkan kolaborasi seni dan budaya yang dikemas dalam sebuah pameran. Jogja Art + Books Festival 2023 menampilkan serangkaian 4 kegiatan besar, yaitu pameran seni rupa, seminar nasional, panggung literasi dan pidato kebudayaan selama 13 hari penyelenggaraan

Dodo Hartoko juga menjelaskan bahwa literasi bukan hanya berkaitan dengan teks dan aksara, aktivisme juga merupakan bagian dari ekosistem tersebut. Yogyakarta sebagai kota pendidikan, seni, dan budaya ternyata masih memiliki ruang – ruang kosong. Oleh sebab itu, festival ini hadir guna memenuhi dimensi tersebut. “Aktivisme mengisi ruang kosong diwujudkan dengan lahirnya Jogja Art and Book Fest 2023 ini dan merupakan kegiatan yang konstruktif dengan persiapan yang matang,” ungkap Direktur Program tersebut.

Selain memperkenalkan budaya literasi dan literasi budaya, Jogja Art and Book Festival juga merupakan kegiatan publikasi dan promosi berupa pameran seni rupa. “Saya dan tim berusaha memberikan pertunjukkan gratis kepada publik yang tetap memperhatikan standar ruang pameran, mulai dari standar lampu, ketinggian gedung, penataan, dan lainnya. Semua unsur dipikirkan dengan serius dan profesional, sehingga para seniman respect dan percaya untuk memamerkan karyanya dalam fesival ini,” tambah salah satu inisiator Ceblang – Ceblung Forum tersebut. Dodok berharap festival ini dapat diselenggarakan setiap tahun dan menjadi salah satu ikon Yogyakarta.

Salah satu pendiri Yayasan Seruang, Prof Faruk HT menyampaikan Jogja Art + Books Festival 2023 ini justru menjadi salah satu wujud Keistimewaan DIY dengan ritual pameran buka dan seni. Yayasan Seruang ikut dalam membangun dan melestarikan Keistimewaan DIY tersebut dalam artian seni dan budayanya.

“ Jogja Art + Books Festival menjadi ruang ekspresi kolaboratif yang mampu menghadirkan beragam pengalaman, ekspresi dan potensi pengembangan konsep seni dan literasi terkini. Konsep festival, juga memungkinkan menarik atensi masyarakat lebih luas untuk ikut meramaikan dan terlibat di dalamnya. Selain itu, festival juga menghadirkan optimisme yang dibutuhkan untuk terus menjaga semangat dan menggugah kesadaran,” terangnya.

 Pameran seni rupa dalam Jogja Art and Book Festival tahun ini menampilkan karya seniman – seniman kawakan seperti Agus Suwage, Restu Ratnaningtyas, Mella Jaarsma, Jumadi Alfi, dan Desi Sufriadi. Pengunjung juga dapat menikmati kegiatan lain seperti bazar buku, The Sound of Poetry, Seminar: Seni dan Masyarakat, pertunjukan musik, Pidato Kebudayaan oleh Seno Gumira Ajidarma, dan masih banyak lagi. Untuk info lebih lanjut dapat mengunjungi official Instagram @jogja.artbooks.fest.

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta