Labuhan Parangkusumo, Antusiasme Warga Ikuti Prosesnya.

by ifid|| 12 Februari 2024 || || 121 kali

...

Hajad Dalem Labuhan Keraton Yogyakarta di Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul. Labuhan sendiri berasal dari kata labuh yang berarti membuang, meletakkan, atau menghanyutkan. Labuhan memiliki beberapa fungsi antara lain yaitu sebagai upaya panyuwunan (permohonan), atur panuwun (ucapan terima kasih), napak tilas (mengenang kembali), dan memayu hayuning bawana (memperindah dunia). Labuhan Parangkusumo di laksanakan Minggu (11/02) Gelaran Hajad Dalem ini menjadi penutup rangkaian peringatan 36 tahun Tingalan Jumenengan Dalem (Ulang Tahun Kenaikan Tahta) Sri Sultan Hamengku Buwono X menurut hitungan kalender Jawa pada 29 Rejeb atau bertepatan 10 Februari 2024. Dalam labuhan ini, ubarampe (perlengkapan) yang akan dilabuh sebelumnya telah diinapkan semalam di Bangsal Srimanganti. Ubarampe diberangkatkan dari Keraton Yogyakarta sekitar pukul 08.00 WIB yang dilepas oleh KPH Wironegoro, KPH Purbodiningrat, KPH Notonegoro, dan KPH Yudanegara kepada para Abdi Dalem yang bertugas untuk menuju Pantai Parangkusumo. Terdapat kurang lebih 30 macam ubarampe disiapkan, berisikan antara lain perangkat pakaian hingga potongan rambut dari Sri Sultan. Sebelum dibawa menuju kompleks petilasan Cepuri Parangkusumo, ubarampe tersebut terlebih dahulu diserahkan kepada Kepala Kundha Kabudayan Bantul Mas Riya Praja Setyo mewakili Bupati Bantul di Pendapa Kapanewon Kretek Bantul oleh Utusan Dalem yang diwakili KRT Wijaya Pamungkas. Dari pendapa Kapanewon Kretek tersebut, ubarampe dibawa menuju Pendapa Cepuri Parangkusumo. Ubarampe tiba sekitar pukul 10.00 WIB untuk diserahkan kepada Juru Kunci Cepuri Parangkusumo Mas Wedana Surakso Jaladri kemudian kelengkapan ubarampe yang dibawa dicek kembali dan didoakan. Ubarampe labuhan ini terdiri dalam tiga jenis wadah sesaji yakni Pengajeng, Pendherek, dan Lorodan Ageman Dalem. Setelah didoakan, ubarampe di bawa ke bibir pantai, kemudian dilabuh ke Samudra Hindia. Masyarakat yang telah memadati bibir Pantai Parangkusumo pun dengan antusias turut melabuh sekaligus memperebutkan benda lain dari sesaji labuh yang konon dipercaya membawa berkah.

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta