Menghanyutkan Sifat Buruk-Labuhan Merapi

by ifid|| 12 Februari 2024 || || 138 kali

...

Iring-iringan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta berjalan sambil membawa ubarampe Labuhan Merapi diikuti masyarakat menuju Srimanganti, Alas Bedengan, Senin (12/02). Tradisi yang disebut Hajad Dalem Labuhan ini menjadi penutup rangkaian peringatan 36 tahun Tingalan Jumenengan Dalem atau Ulang Tahun Kenaikan Takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Laku spritual Labuhan Merapi yang digelar terbuka ini dipimpin langsung Juru Kunci Gunung Merapi Mas Wedana Suraksa Hargo Asihono. Pada hari yang sama juga diadakan Labuhan Gunung Lawu namun tertutup bagi umum. Sebelumnya telah dilaksanakan Labuhan Parangkusumo pada Minggu (11/02). Hajad Dalem Labuhan merupakan salah satu tradisi yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam pada abad ke XVII. Sedangkan maksud upacara ini agar negara dan rakyatnya senantiasa dalam keadaan selamat, tenteram dan sejahtera. Disebut Hajad Dalem karena adat ini atas kehendak Sri Sultan beserta para kerabat Keraton Yogyakarta. Meski penyelenggara upacara ini adalah pihak Keraton. Namun dalam pelaksanaannya upacara adat ini melibatkan masyarakat. Labuhan sendiri berasal dari kata 'labuh', artinya membuang, meletakkan, atau menghanyutkan. Maksud dari Labuhan adalah sebagai doa dan pengharapan untuk membuang segala macam sifat buruk. Pada pelaksanaannya, Keraton Yogyakarta melabuh benda-benda tertentu yang disebut sebagai Uborampe Labuhan. Pada masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Hajad Dalem Labuhan tidak diselenggarakan untuk memperingati hari Penobatan atau Jumenengan Dalem. Melainkan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Sultan atau Wiyosan Dalem berdasarkan kalender Jawa. Uborampe labuhan yang akan dilabuh di tempat-tempat tertentu (petilasan, red) beberapa diantaranya merupakan benda-benda milik Sultan yang bertahta. "Labuhan Merapi adalah tradisi rutin tahunan dalam rangka memperingati Tingalan Jumenengan Dalem atau ulang tahun kenaikan tahta Sri Sultan HB X sebagai Raja Keraton Yogyakarta. Labuhan kali ini tidak ada perubahan sama seperti pelaksanaan tahun-tahun yang kemarin," ujar Mbah Asih, sapaan sang juru kunci Merapi. Kurang lebih memakan waktu tempuh 1,5 - 2 jam perjalanan. Bertempat di pos Sri Manganti inilah prosesi utama Labuhan Merapi dilakukan. Mulai ritual, doa serta pembagian nasi berkat, yang berlangsung hingga sekitar pukul 09.30 WIB. Dalam kesempatan ini Ubarampe Labuhan ditunjukkan satu per satu dan disebutkan namanya di hadapan para peserta Labuhan oleh abdi dalem yang bertugas. Yakni berupa Peningset Udaraga, Desthar Daramuluk, Kampuh Poleng Ciut, Semekan Bangun Tolak, Semekan Gadung Mlati, Semekan Gadung, Nyamping Kawung Kemplang, Nyamping Cangkring. Serta ses (rokok) wewangen dan Arta Tindih. Puncaknya Juru kunci Gunung Merapi, Mas Wedono Surakso Hargo yang memimpin acara membacakan doa. Seusai prosesi labuhan, dibagikan nasi gurih kepada ratusan orang dari berbagai daerah yang ikut dalam acara labuhan Merapi tersebut. Oleh peserta nasi gurih yang dikemas dalam plastik kecil tersebut ada yang kemudian disantap atau ada juga yang kemudian disimpan untuk digunakan menurut keyakinan mereka. Terpantau ratusan peserta termasuk para wisatawan baik domestik maupun mancanegara mengikuti jalannya Labuhan Merapi dengan khidmad. Sekembalinya turun ke Kinahrejo mereka di jamu makan siang dan disediakan minuman tradisional.

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta