Tirakatan dan Doa Bersama dalam Hari Kedaulatan

by ifid|| 29 Februari 2024 || || 86 kali

...

Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan peristiwa yang sangat penting maknanya bagi eksistensi dan upaya mempertahankan kedaulatan negara yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Peristiwa tersebut penting, karena menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada dan mampu bersatu memberikan perlawanan kepada penjajah. Keberhasilan ini meyakinkan dunia untuk mendukung perjuangan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Hal tersebutlah yang menjadikan Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai titik penting dalam sejarah perjalanan bangsa. Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, menggelar Tirakatan Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara (HPKN) 2024 pada Kamis (29/02) malam di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Tirakatan ini digelar guna mengenang persatuan perjuangan bangsa, dengan dasar peristiwa Serangan Umum 1 Maret beserta berbagai upaya dan peristiwa lainnya, dalam mempertahankan dan menegakkan kedaulatan negara. Sekretaris Kundha Kabudayan DIY, Cahyo Widayat mewakili Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Mengungkapkan Pada tahun 2022, peristiwa ini telah resmi ditetapkan sebagai hari besar nasional dengan nama Hari Penegakan Kedaulatan Negara melalui Keputusan Presiden No. 2 Tahun 2022. Atas anugerah itu DIY sebagai pengusul utama bersemangat untuk terus mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai perjalanan sejarah bangsa tersebut dan memperingatinya. Tahun 2023 lalu kami telah mengajak Provinsi Bangka Belitung dan Sumatera Barat untuk bekerja sama memperingati Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Di tahun ini dan seterusnya kami berupaya untuk menjangkau lebih banyak Provinsi di Indonesia untuk turut bersama memperingati hari besar ini. “Di tahun ini dan seterusnya kami berupaya untuk menjangkau lebih banyak Provinsi di Indonesia untuk turut bersama memperingati hari besar ini. Tujuan dari dilaksanakannya Tirakatan peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara adalah Mengenang persatuan perjuangan bangsa dalam mempertahankan dan menegakkan kedaulatan negara, mensosialisasikan hari besar nasional Hari Penegakan Kedaulatan Negara, mendorong kajian-kajian baru mengenai upaya menegakkan kedaulatan negara di berbagai bidang untuk menghadapi berbagai permasalahan bangsa saat ini”. Ujar Cahyo. Mewakili Gubernur DIY, saat membacakan sambutan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan, apabila direnungkan secara mendalam, Serangan Umum 1 Maret 1949 bukan sekadar pertempuran, melainkan menjadi pernyataan politik dengan resonansi internasional. Bahwa meskipun pimpinan negara ditawan, Republik Indonesia masih eksis, dimana para pejuangnya terus melawan tirani penjajahan. “Seiring doa yang terpanjat, marilah kita memulai aktualisasi makna kedaulatan, dalam bingkai ke jogja, yang terpancar dalam semangat ‘Hamemayu Hayuning Bawana’. Aktualisasi kedaulatan negara dapat diwujudkan, melalui upaya nyata sesuai peran masing-masing, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui ‘golong-gilig’ anak bangsa. Tentu dalam konsepsi kedaulatan rakyat yang berkeadaban, dan berpondasi wawasan kebangsaan,” tutur Sri Paduka. Tirakatan HPKN 2024 kali ini pun dibuka dengan penampilan memukau dari opera ‘Janur Kuning’ yang menggambarkan peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949, persembahan Sanggar Kancil Art yang disutradarai oleh Tri Anggoro. Opera ini menunjukkan, peristiwa saat Belanda mengklaim bahwa Indonesia sudah tidak ada, yang kemudian membuat Sri Sultan Hamengku Buwono IX bergagasan digdaya. Bersama Panglima Soedirman dan Letkol Soeharto, juga tentara Indonesia dan rakyat Yogyakarta, mereka pun saling bahu membahu untuk sebuah aksi pertempuran yang akan memberitahu dunia bahwa Indonesia masih ada dan tetap merdeka. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DIY didampingi Sekretaris Kundha Kabudayan DIY. Pertunjukkan wayang kulit lakon Anoman Duto pun menjadi penutup kegiatan tirakatan ini. Secara simbolis, Sri Paduka menyerahkan tokoh wayang Anoman kepada Ki Dalang Tomaskumoro, sebelum pertunjukkan wayang kulit dimulai.

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta