by ifid|| 18 April 2024 || || 163 kali
Suara keprak menggema di Desa Cabeyan, Sewon Bantul, Rabu 17 April 2024. Warga berbondong-bondong menuju ke sumber suara tersebut sambil menggunakan selimut dan sarung untuk menghangatkan badan. Grup Kethoprak Mataram yang digawangi oleh pelaku Seni Kethoprak Sugiman ini menggelar pertunjukan kethoprak mataram dengan judul "Tombak Kyai Buyut" di Joglo Cabeyan, dengan latar belakang masa kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di bawah kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono I. cerita Tombak Kyai Buyut dari Gedhong Pusaka Kabupaten Bagelen yang hilang membuat gundah hati Bupati Natayuda dan keluarga besar, situasi ini dimanfaatkan oleh seorang demang kabupaten yaitu Kramadigda. Kramadigda berusaha menguasai Kabupaten dengan memperalat anak perempuannya Rara Kitri sebagai Rante emas. Konflik pun semakin menarik dengan bumbu percintaan Jaka Paran dan rara Kitri, juga ambisi Jaka Tunggul untuk membalas dendam kepada Bupati Natayuda. Demikian juga ambisi Wira Gober untuk bisa memperistri Raminte. Pagelaran Kethoprak ini di kemas konvensional dengan beberapa atraksi dan dagelan yang salah satunya Dalijo Angkring, yang menambah suasana penonton lebih meriah dan mampu menghibur masyarakat sekitar, kemeriahan warga cabeyan yang saat ada tontonan ini sudah terasa saat masuk gang dusun Cabeyan, terlihatnya beberapa pedangak seperti mainan anak-anak, penjual makanan tradisional seperti telo godog, kacang godog , serta pedakang lokal lainya. Pagelaran Kethoprak mampu mencuri perhatian anak-anak muda sekitar untuk turut hadir untuk melihat pagelaran Kethoprak, mereka ikut membaur menyaksikan pagelaran dengan penuh suka serta mengabadikan melalui ponsel pribadi mereka untuk diupload di sosialnya. disisi lain secara pengamatan tim Media disbud, rasa kegotoroyongan warga cabeyan terasa dan terlihat karena adaya dapur wedangan yang disediakan warga untuk warga yang melihat pagelaran kethoprak Mataram, hal ini menjadi wujud bahwa diera digital ini rasa kegotoroyongan masih ada, khususnya di Dusun Cabeyan. Pagelaran Kethoprak Mataram ini berdurasi sekitar dua jam, dengan konsep konvensional ini sebelumnya dipentaskan di gedung RRI Yogyakarta, yang mungkin segmen penontonnya lebih banyak orang tua, mulai dari tahun 2023 kemarin kethoprak mataram mulai melakukan pagelaran kethoprak mataram keliling di empat kabupaten, satu kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...
by admin || 18 Juni 2013
"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...