by admin|| 24 November 2016 || 85.083 kali
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun.
Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik Kulonprogo mulai kembali memperkuat pemasaran secara lokal.
Pemilik Batik Farras, Umbuk Haryanto, mengatakan produksi lokal beberapa bulan terakhir menurun sekitar 20 persen. Fenomena tersebut, menurutnya, tidak lepas dari kondisi ekonomi nasional, yang menurutnya juga lesu.
Tren penurunan pasar batik di akhir tahun, menurutnya, kerap terjadi menyeluruh. Tidak hanya di Kulonprogo tetapi juga di daerah sentra batik lainnya, misal di Pekalongan.
Untuk wilayah Kulonprogo terbilang cukup beruntung karena memiliki motif khas berupa Geblek Renteng. Dia pun mengaku di akhir tahun ini kembali memperkuat pasar lokal.
"Nanti pasar nasional akan kembali kalau sudah masuk tahun ajaran baru 2017," katanya, Selasa (22/11/2016) kemarin.
Menurutnya, tidak sedikit sekolah yang akan memesan batik seragam mulai beberapa bulan di awal tahun.
Keharusan lembaga sekolah agar siswanya mengenakan batik khas Kulonprogo pun ikut mendongkrak pasal lokal.
Batik Farras sebenarnya sudah memiliki pelanggan hingga tingkat nasional. Produk Farras bahkan sampai ke Jakarta, Bandung, Samarinda dan daerah lainnya. Namun agar pasar tetap stabil, pelanggan lokal juga diperkuat.
Terlebih, saat ini batik China sudah banyak yang masuk ke wilayah bahkan daerah di Indonesia. Dengan memperkuat pasar lokal, produk China itu tidak akan pernah menjadi kompetitor.
Tidak tanggung-tanggung, untuk memperkuat pasar lokal batik Kulonprogo, Umbuk kini telah memiliki 500 pembatik tulis. Mereka tersebar di wilayah Kecamatan Lendah. (*)
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...
by admin || 18 Juni 2013
"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...