by ifid|| 14 November 2024 || || 34 kali
Pameran AMEX (Annual Museum Exhibition) 2024 kembali hadir dengan tema yang menggugah, “Meet The Myth: From Mythology to Art and Sustainability”. Tema ini mengangkat bagaimana mitologi telah menginspirasi seni dari masa ke masa, sekaligus menghubungkannya dengan isu keberlanjutan yang relevan di era modern. Amex 2024 resmi dibuka pada 6 November 2024 di Gedung Pamer Saraswati, Museum Sonobudoyo, Yogyakarta. Pameran ini menghadirkan sebuah perjalanan visual yang memadukan warisan budaya mitologi dengan inovasi seni kontemporer dan perhatian terhadap isu keberlanjutan. Tema besar pameran ini mengajak pengunjung untuk lebih mengenal figur-figur mitologi dalam berbagai bentuk ekspresi artistik yang berakar dari legenda dan cerita rakyat Indonesia serta dunia.
Salah satu daya tarik utama pameran ini adalah penggunaan teknologi canggih berupa video mapping. Teknologi ini digunakan untuk menampilkan visualisasi mitologi dalam bentuk animasi yang hidup, memberikan nuansa modern pada cerita-cerita kuno. Melalui proyeksi video mapping, kisah-kisah mitologi yang sudah berusia ratusan tahun menjadi lebih mudah diakses dan dipahami, terutama bagi generasi muda yang lebih familiar dengan media digital.
"Pameran ini memberikan dimensi baru dalam menyampaikan mitologi, ungkap Dian Lakshmi Pratiwi, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, dalam sambutannya. "Dengan menggabungkan seni tradisional dan teknologi digital, kita berharap bisa menyampaikan pesan budaya yang relevan dengan perkembangan zaman.”
Pameran AMEX 2024 tidak hanya menawarkan pengalaman visual, tetapi juga dilengkapi dengan serangkaian kegiatan edukatif yang mendalam. Berbagai seminar, workshop, talkshow, dan tour kuratorial diselenggarakan untuk membantu pengunjung memahami lebih jauh tentang tema yang diangkat. Khusus untuk pengunjung difabel, pameran ini juga menyediakan tur kuratorial yang dirancang secara inklusif agar semua kalangan dapat menikmati dan memahami karya-karya yang dipamerkan.
Selain itu, kelas kuratorial menjadi salah satu kegiatan unggulan yang memungkinkan pengunjung untuk mempelajari lebih lanjut mengenai proses kurasi pameran serta cara membaca konteks budaya dari setiap karya seni yang dipamerkan. Dengan berbagai kegiatan ini, Museum Sonobudoyo berusaha untuk memberikan pengalaman yang tidak hanya bersifat pasif, tetapi juga aktif dalam memperluas wawasan pengunjung tentang kebudayaan, mitologi, dan seni.
“Pameran ini mengajak kita untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan, baik itu dalam konteks alam maupun budaya. Ini adalah cara yang sangat relevan untuk menyampaikan nilai-nilai penting dari cerita leluhur kita ke generasi masa kini," pungkas Dian Lakshmi Pratiwi
Pameran AMEX 2024 menyuguhkan berbagai interpretasi mitologi yang tidak hanya bersifat visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam bagi pengunjung. Dalam pameran ini, figur-figur mitologi yang selama ini dikenal dalam folklore dan cerita rakyat, dipresentasikan melalui karya seni dengan pendekatan yang beragam, mulai dari patung, lukisan, hingga instalasi multimedia. Beberapa di antaranya menyuguhkan figur mitologi dalam bentuk zoomorfik (hewan) dan antropomorfik (manusia), atau bahkan gabungan keduanya, menciptakan karya seni yang memukau dan penuh makna.
Lebih dari sekadar merayakan mitologi, Pameran AMEX 2024 juga menyoroti isu keberlanjutan, sebuah tema yang sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Banyak karya seni dalam pameran ini yang mengangkat nilai-nilai alam dan ekologi yang terkandung dalam cerita-cerita mitologi. Dalam sambutan Sekda DIY yang dibacakan oleh Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., Paniradya Pati Keistimewaan DIY, yang turut meresmikan pameran ini, “Keberlanjutan adalah tentang menjaga keseimbangan, tidak hanya alam tetapi juga budaya kita. Mitologi mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga harmoni dengan alam, dan pameran ini ingin menegaskan kembali pesan tersebut."
Beberapa karya seni dalam pameran ini juga menggambarkan hubungan manusia dengan alam, yang mengajak pengunjung untuk lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan. Konsep keberlanjutan ini tidak hanya terletak pada isu ekologis, tetapi juga pada upaya pelestarian budaya yang terkandung dalam mitologi.
Pameran AMEX 2024 juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-89 Museum Sonobudoyo. Ini merupakan langkah besar dalam upaya pelestarian warisan budaya Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan mitologi dan seni tradisional. Dalam pameran ini, pengunjung tidak hanya akan disuguhi karya seni, tetapi juga diajak untuk merenung tentang bagaimana mitologi dan budaya lokal bisa berperan dalam menjaga keberlanjutan alam dan masyarakat.
Pameran ini juga mengeksplorasi bagaimana mitologi dapat dikaitkan dengan keberlanjutan. Banyak kisah mitologi yang memiliki pesan tentang hubungan manusia dengan alam, seperti mitos tentang keseimbangan ekosistem, penghormatan terhadap bumi, dan konsekuensi dari eksploitasi alam. Dengan menyoroti aspek ini, AMEX 2024 mengajak pengunjung untuk memahami bagaimana pelestarian budaya dan lingkungan dapat berjalan beriringan.
Pameran AMEX 2024 dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB di Gedung Pamer Saraswati, Museum Sonobudoyo, Yogyakarta. Pameran ini berlangsung hingga 31 Desember 2024, dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan pengalaman edukatif yang menyentuh berbagai dimensi, mulai dari seni, mitologi, hingga keberlanjutan.
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...
by admin || 18 Juni 2013
"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...