by ifid|| 28 Februari 2025 || || 32 kali
Balai Desa Srikayangan kembali semarak dengan Gelaran Wayang Purwa yang dinanti-nanti masyarakat. Pertunjukan yang menghadirkan lakon “Janaka Catur” ini sukses menarik perhatian warga yang haus akan hiburan budaya tradisional. Pagelaran Wayang Purwo di gelar di Balai Desa Srikayangan, (21/2) Jumat malam, yang berlangsung hingga dini hari ini membuktikan bahwa seni wayang masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY bekerjasama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia melaksanakan Kegiatan Pertunjukan Wayang Kulit Purwa, dengan dalang Ki Sumadi. Lakon "Janaka Catur" mengisahkan strategi dan kebijaksanaan Janaka (Arjuna) dalam menghadapi tantangan, menonjolkan nilai-nilai kepahlawanan dan kebijaksanaan yang menjadi inti dari cerita pewayangan.
Wayang Obati Rindu Penonton
Sejak sore, masyarakat dari berbagai kalangan telah berdatangan ke Balai Desa Srikayangan. Dari anak-anak hingga orang tua, semua antusias menyaksikan pertunjukan yang menghadirkan Ki Samidi sebagai dalang. Dengan iringan gamelan yang mengalun syahdu dan suara merdu para sinden, suasana semakin terasa magis.
Senada dengan Pak Marjono, Yuni (27), seorang pemuda yang gemar dengan seni pedalangan, mengungkapkan bahwa pertunjukan Janaka Catur tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pelajaran berharga. “Dalang membawakan cerita dengan begitu apik, sarat makna, dan tetap relevan dengan kondisi sekarang. Ini tontonan yang tidak hanya menghibur, tapi juga penuh ajaran kehidupan,” katanya.
Selain warga setempat, pertunjukan ini juga menarik perhatian pecinta budaya dari luar daerah. Beberapa mahasiswa yang tengah melakukan penelitian tentang wayang turut hadir dan mengapresiasi sajian yang disuguhkan. Mereka menilai bahwa pagelaran ini merupakan bukti nyata bahwa wayang kulit tetap lestari dan mampu beradaptasi dengan zaman.
Gelaran wayang purwa ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk komunitas seni lokal dan Dinas Kebudayaan DIY. Dengan adanya dukungan seperti ini, diharapkan pertunjukan wayang dapat terus digelar secara rutin untuk menjaga keberlangsungan budaya adiluhung ini.
mengenai dukungan mereka terhadap pertunjukan Wayang Purwa "Janaka Catur" di Balai Desa Srikayangan, secara umum, Dinas Kebudayaan DIY telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung seni pedalangan, seperti:
Melalui inisiatif-inisiatif tersebut, Dinas Kebudayaan DIY berperan aktif dalam mendukung dan mempromosikan pertunjukan wayang kulit di wilayah Yogyakarta.
Dengan adanya dukungan seperti ini, diharapkan pertunjukan wayang dapat terus digelar secara rutin untuk menjaga keberlangsungan budaya adiluhung ini. Keberlanjutan seni pedalangan bukan hanya menjadi tanggung jawab seniman, tetapi juga masyarakat dan pemerintah agar warisan budaya ini tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Di penghujung pertunjukan, tepuk tangan meriah dari penonton menjadi bukti bahwa Janaka Catur sukses mengobati kerinduan masyarakat akan seni pedalangan. Harapan pun muncul agar pagelaran seperti ini dapat terus berlangsung, menghidupkan kembali tradisi yang semakin jarang dijumpai di era modern ini.
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...
by admin || 18 Juni 2013
"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...