Candradimuka, Tempaan yang Membuka PORPRI DIY 2026

by ifid|| 27 Juli 2026 || 70 kali

...

Yogyakarta - Riuh tepuk tangan menggema di Stadion Mandala Krida, Jumat (24/7), sesaat sebelum Pekan Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (PORPRI) DIY 2026 resmi dibuka. Namun, sebelum para aparatur sipil negara (ASN) bertanding menunjukkan kemampuan terbaiknya di arena olahraga, sebuah kisah dari dunia pewayangan lebih dahulu mengawali langkah mereka.

Dentum gamelan berpadu dengan gerak para penari yang membentuk fragmen lahirnya Gatotkaca, ksatria perkasa yang ditempa melalui berbagai ujian di Kawah Candradimuka. Di tengah semarak pembukaan PORPRI, pertunjukan itu menjadi pengingat bahwa ketangguhan tidak pernah hadir secara instan, melainkan lahir dari proses panjang, pengorbanan, dan ketekunan.

Bagi sutradara sekaligus penata tari, Anom Hartoyo Jutah Wijaya Kusuma, kisah tersebut dipilih karena menyimpan pesan yang masih relevan hingga hari ini.

"Karyanya menceritakan tentang kahyangan. Para dewa kemudian mengambil Jabang Tetuka dan memasukkannya ke Kawah Candradimuka. Bukannya tewas, ia justru menjadi semakin sakti hingga akhirnya menjadi Gatotkaca," jelas Anom.

Dalam cerita yang diangkat, Jabang Tetuka bukan sekadar tokoh pewayangan. Ia menjadi simbol seseorang yang ditempa oleh berbagai tantangan sebelum mampu memberi manfaat yang lebih besar. Filosofi itulah yang ingin disampaikan kepada para peserta PORPRI maupun masyarakat yang menyaksikan pembukaan.

"Pesan moral yang kita usung, apabila ingin melakukan sesuatu memang harus melalui proses. Seperti Jabang Tetuka yang dimasukkan ke Kawah Candradimuka, bukan menjadi lemah, tetapi justru semakin kuat." ujar Anom.

Menurutnya, kisah Gatotkaca juga berbicara tentang perjuangan mengalahkan diri sendiri. Angkara murka dan hawa nafsu menjadi musuh yang sesungguhnya harus ditaklukkan sebelum seseorang mampu menghadapi tantangan di luar dirinya.

"Yang bisa mengalahkan angkara murka itu sebenarnya diri sendiri," katanya.

Meski hanya dipersiapkan dalam lima kali latihan, tim berusaha menghadirkan pertunjukan yang tetap utuh. Anom mengungkapkan konsep awal sebenarnya dirancang untuk ruang tertutup agar didukung visual LED yang menggambarkan kahyangan, tokoh-tokoh wayang, hingga Kawah Candradimuka sebagai pusat cerita. Namun, penyesuaian lokasi membuat sebagian gagasan visual itu belum dapat diwujudkan sepenuhnya.

"Konsep pertunjukannya sebenarnya bukan untuk outdoor. Kami ingin ada visual LED yang menceritakan Batara Guru, wayang, visualisasi kawah, sampai suasana kahyangan," ungkapnya.

Di balik pertunjukan yang hanya berlangsung beberapa menit, terdapat proses kreatif yang tidak sederhana. Cerita pewayangan yang panjang harus dipadatkan menjadi fragmen singkat tanpa kehilangan makna utamanya.

"Kesulitannya bagaimana merangkum cerita yang sebenarnya panjang menjadi pertunjukan yang singkat dengan jumlah penari yang terbatas," tutur Anom.

Pemilihan tari tradisi sebagai pembuka PORPRI terasa selaras dengan semangat yang diusung dalam penyelenggaraan ajang olahraga ASN tersebut. Tahun ini PORPRI DIY mengangkat tema "Bergerak untuk Berdampak", dengan harapan setiap peserta menjadikan kompetisi sebagai ruang membangun kebersamaan, integritas, serta jiwa sportivitas yang sehat. Ajang ini diikuti 937 atlet dari 42 perangkat daerah dan UPT Balai Pendidikan Menengah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY serta menjadi bagian dari pembinaan atlet ASN menuju PORPRIDA dan PORPRI tingkat nasional tahun 2027.

PORPRI DIY 2026 resmi dibuka pada 24 Juli di Stadion Mandala Krida dan akan berlangsung hingga 29 Juli 2026. Lima cabang olahraga dipertandingkan, yakni atletik, bola voli, bulu tangkis, tenis, dan senam KORPRI yang tersebar di berbagai venue di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain menjadi ajang kompetisi, PORPRI juga menjadi wadah mempererat solidaritas ASN sekaligus menyeleksi atlet terbaik menuju kompetisi tingkat daerah maupun nasional.

Di tengah semangat mengejar prestasi, pembukaan PORPRI tahun ini menghadirkan sebuah pengingat yang sederhana namun mendalam. Seperti Jabang Tetuka yang harus melewati Kawah Candradimuka sebelum menjadi Gatotkaca, setiap keberhasilan membutuhkan proses yang tidak singkat. Melalui bahasa tari, nilai-nilai budaya hadir mengiringi langkah para peserta, menyatukan sportivitas, kolaborasi, dan ketangguhan dalam satu panggung yang sama. (Juliana/Dewi/Ifit)

Berita Terpopuler


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Limbah Industri: Jenis, Bahaya dan Pengelolaan Limbah

by museum || 18 September 2023

Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2026

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta