Wajib Kunjung Museum Adaptasi Kebiasaan Baru

by mj|| 25 Agustus 2020 || || 54 kali

...

Di tengah Pandemi COVID-19 dan diterapkannya Adaptasi Kebiasaan Baru ini, beberapa museum sudah mulai pembukaan kembali serta menerima kunjungan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Pada hari Selasa, 25 Agustus 2020 Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) memulai kegiatan Wajib Kunjung Museum (WKM) adaptasi kebiasaan baru di tengah Pandemi COVID-19.  Kegiatan WKM yang kembali dilaksanakan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Pembukaan Uji Coba WKM tersebut dilakukan di pendopo Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta pada pukul 07.30 WIB. Kegiatan uji coba  WKM secara terbatas ini sepenuhnya di biayai oleh Dana Keistimewaan DIY.

Uji coba terbatas ini diikuti oleh masyarakat umum, duta museum, edukator museum, dan komunitas penggiat museum. Para peserta mendapat fasilitas yang diberikan selama kegiatan WKM berupa :

  1. Bus
  2. Makan dan Minum
  3. Snack
  4. Merchandise
  5. Pemandu 

Sebelum Pandemi COVID-19 ini, satu bus awalnya berisi 25 orang yang terdiri dari 1 pemandu WKM dan 24 peserta. Sekarang di tengah Pandemi satu bus WKM hanya berisikan 12 peserta dan 1 pemandu. Sebelum memasuki Bus para peserta mengikuti protokol kesehatan dengan cara pengecekan suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer terlebih dahulu.

Bapak Cahyo Widayat,S.H.,M.Si,. selaku Sekretaris Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam adaptasi Kebiasaan Baru ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam uji coba terbatas WKM. Dengan adanya adaptasi Kebiasaan Baru ini semoga memberikan konstribusi untuk mempromosikan kembali museum yang sudah dibuka dan memberikan warna barudalam menghadapi adaptasi Kebiasaan Baru.

 

 

 

 

 

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...


...
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan

by admin || 07 September 2016

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bersama Masyarakat Tradisi (Matra) Yogyakarta, akan menyelenggarakan Festival Gejog Lesung Keistimewaan, pada 9 dan 10 September 2016 ...


...
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah

by admin || 16 Oktober 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Budaya Menoreh 2016. Rangkaian acara yang diselenggarakkan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kulonprogo ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2020

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta