by admin|| 15 Juni 2015 || 20.268 kali
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita akan menemui menu berbuka puasa bernama Kolak. Menu yang menjadi “syarat wajib” bagi yang menunaikan buka puasa setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga. Yups, kolak adalah menu buka puasa Ramadhan yang dibikin dengan kombinasi pisang atau ubi dan kuahnya perpaduan santan dan gula merah, dan untuk menambah variasi ditambahkan kolang-kaling.
Nah, pertanyaannya buat teman-teman semua. Bagaimana hidangan ini muncul di Indonesia dan menjadi salah satu khasanah di bulan Ramadhan?
Kemunculan kuliner kolak ini tidak lepas dari dakwah para ulama di era perkembangan Islam di tanah Jawa. Salah satu cara para ulama untuk menyebar luaskan agama Islam dengan media kolak sebagai salah satu alat peraga dakwah. Penyajian kolak biasa dilakukan para ulama sebelum atau sesudah mengadakan kumpul warga atau sarasehan, mereka disajikan suguhan yakni kolak.
Pemberian nama Kolak berasalah dari kata Khalik yang bermakna Sang Pencipta atau Allah SWT. Pemberian nama Kolak dimaksudkan untuk mendekatkan dan selalu mengingat kepada Allah SWT, itulah alasan utama kenapa Kolak disajikan pada bulan Ramadhan.
Pemaknaan kolak itu pun didasarkan pada bahan-bahan dasar pembuatan kolak itu sendiri. Bahan dasar pisang kepok atau ubi pun dimaknai secara mendalam. Kata Kapok atau Kepok dimaksudkan agar setiap umat Islam bertaubat atau jera tidak mengulangi perbuatan-perbuatan dosa yang telah dilakukannya. Pemaknaan kata Ubi, bahwa setiap umat Islam mengubur dalam-dalam semua kesalahan yang pernah dilakukannya.
Semoga informasi singkat bisa menambah wawasan kita semua, bahwa setiap perisitiwa dengan berbagai bentuk tetap membuat kita selalu ingat kebesaran Allah SWT dengan segala kasih sayangknya kepada kita hamba-Nya.
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...
by admin || 18 Juni 2013
"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...