Tambakromo, desa budaya di ujung timur Gunungkidul, menyikapi pengaruh gaya Surakarta

by admin|| 25 Maret 2019 || 1.878 kali

...

Desa Tambakromo Kecamatan Ponjong, di ujung timur Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berbatasan langsung dengan Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Seniman Surakarta banyak yang berkegiatan di Tambakromo, sedangkan seniman setempat, banyak yang bekerja di Surakarta. Karena itu, perkembangan budaya khususnya seni pertunjukan (garap), dan rias busana masyarakat Tambakromo, cenderung mengarah pada gaya Surakarta, ungkap wakil ketua satu pengurus desa budaya Tambakromo, Sumarno, S.Pd., utamanya pada busana, ageman keris, dan lain-lain.

Terkait dengan hal itu, kepala bidang pemeliharan dan pengembangan adat tradisi, lembaga budaya, dan seni, pada dinas kebudayaan (kundha kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dra. Yuliana Eni Lestari Rahayu, mengingatkan bahwa gaya Yogyakarta harus tetap dipertahankan, meskipun pengaruh budaya lain tidak terhindarkan, apalagi di wilayah perbatasan, serta pesatnya perkembangan zaman sekarang.

Di sinilah peran pendamping seni budaya, kemuka Sumarno, yang dibutuhkan untuk menjaga ciri khas budaya setempat di desa budaya, di Daerah Istimewa Yogyakarta, bergerak bersama-sama dengan masyarakat. Perlu secara berkelanjutan mengenalkan teknik garap tabuhan gamelan gaya Yogyakarta, misalnya. Selain itu, juga membantu mencari keterangan atau tautan (link) kegiatan untuk membuka wawasan seniman di Tambakromo.

Kunjungan dinas kebudayaan (kundha kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama dengan tenaga ahli verifikasi, di 15 desa budaya (termasuk Desa Tambakromo) di Kabupaten Gunungkidul, dilakukan selama tujuh hari, sejak 13 Maret sampai dengan 21 Maret 2019. Ke-15 desa itu adalah Giring, Kemadang, Giripurwo, Girisekar, Semin, Katongan, Beji, Tambakromo, Kepek, Bejiharjo, Wiladeg, Putat, Ngalang, Jerukwudel, dan Semanu. Data yang diperoleh mengenai perkembangan terbaru di desa-desa budaya tersebut, kemudian dirapatkan tenaga ahli verifikasi pada 22 Maret 2019.(hen/lembud)

 

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta