Senyum senang bajingan, pengemudi gerobak, melayani penumpang menikmati suasana desa

by sf|| 01 Oktober 2019 || || 27 kali

...

Hari itu, pagi yang cerah di kawasan Candi Banyuniba, kelihatan ramai. Titik-titik warna-warni terlihat dari kejauhan. Ketika didekati, ternyata terdapat banyak gerobak yang berwarna-warni. Begitu melihat tampilan yang meriah, seketika pengunjung seperti tersedot dan terhipnotis, mendekati gerobak yang sudah dihias sedemikian rupa. Pada bagian depan, duduk pengendaranya. Mereka seakan-akan lupa bahwa pengemudinya punya sebutan bajingan, yang disalahgunakan untuk menjelek-jelekkan.

Diwarnai dengan cat beraneka warna, ditambah bermacam-macam hiasan, gerobak-gerobak itu tampak mencolok mata. Dengan gayanya, pengunjung berfoto di dekat gerobak, dan bisa memilih latar belakang Candi Banyuniba. Ternyata gerobak bisa sebagai sarana untuk menghibur, dan punya warna lain yang bisa menonjolkan tampilannya, yang sehari-harinya bukan demikian.

Para bajingan pun dengan senang hati melayani pengunjung berkeliling di kawasan Candi Banyuniba, Dusun Cepit, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Sepanjang perjalanan sejauh kurang lebih lima kilometer, penumpang dapat menyaksikan suasana di pelosok. Lebih dari itu, mereka bisa merasakan menumpang gerobak yang dikemudikan bajingan. Hal ini diadakan pada Minggu, 29 September 2019. Tidak ada lagi kesan menghina, atau menjelek-jelekkan nama bajingan, pengemudi gerobak yang memang punya sebutan bajingan. Para bajingan ikut tersenyum senang, seperti menggambarkan perasaan mereka yang membuncah, karena telah menjumput nama mereka yang demikian lama tercecer dalam percakapan atau pergaulan masyarakat.

Sehari-harinya, gerobak merupakan alat angkutan tradisional. meskipun demikian, gerobak tidak benar-benar ditinggalkan, ditengah perkembangan zaman sekarang ini. Barang yang bisa digerakkan dengan tenaga hewan ini masih dipergunakan para petani untuk keperluan mereka.(hen/lembud)

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2019

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta