MELAGUKAN MANUSKRIP KARYA HB I

by admin|| 22 Januari 2020 || || 254 kali

...

MELAGUKAN MANUSKRIP KARYA HB I

 

Trirenggo Bantul gempar dengan sekawanan komunitas anak-anak muda yang baru keranjingan aksara Jawa. Disaat pemberitaan lain menganggap bahwa membaca dan menulis aksara Jawa itu susah dan tradisi kepenulisan beraksara Jawa mulai ditinggal oleh pendukungnya, komunitas yang menamakan diri “Sega Jabung” (Seneng Gaul Jawa Budaya Linuhung) ini justru menjadikan aksara Jawa makanan sehari-hari.

 

Pada kesempatan ini (21/1) Sega Jabung didukung Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan dana keistimewaan menyelenggarakan acara melagukan manuskrip Jawa. Manuskrip Jawa dengan judul Serat Wulangipun HB I karya persembahan PA I kepada John Crawfurd dan sekarang disimpan di British Library tersebut kemudian ditedhak ulang secara digital dengan memanfaatkan fonta aksara Jawa cakrik dari serat Jayalengkara Wulang oleh komunitas Sega Jabung dan kemudian dilagukan atau ditembangkan.

 

Acara tersebut dibuka oleh Padmono Anggro Prasetyo, S.Sn. selaku Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY. Ada 27 pada tembang macapat Dhandhanggula yang sarat dengan nilai-nilai kepemimpinan, kehidupan bermasyarakat, dan mendekatkan diri dengan Tuhan YME. Selanjutnya, dijelaskan pula bawah melagukan tembang macapat tidak hanya merupakan kegiatan olah suara namun juga olah raga. Hormon endorfin atau disebut juga dengan hormon kebahagiaan akan juga keluar ketika kita melagukan tembang macapat dengan penuh semangat dan penghayatan, “nalika nembang awake mrinding lan kemringet, iku thithikane hormon kebahagiaane aktif” tandhas MB Darmopanambang sebagai pembaca dan MB Dwijasetyaprasaja sebagai pembahas. Keseluruhkan tembang tersebut berhasil dikatamkan dalam semalam. (hay)

manuskrip

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...


...
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan

by admin || 07 September 2016

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bersama Masyarakat Tradisi (Matra) Yogyakarta, akan menyelenggarakan Festival Gejog Lesung Keistimewaan, pada 9 dan 10 September 2016 ...


...
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah

by admin || 16 Oktober 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Budaya Menoreh 2016. Rangkaian acara yang diselenggarakkan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kulonprogo ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2020

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta