Workshop Pengembangan Kethoprak Tahun 2022: Teknik Penulisan Naskah Kethoprak

by admin|| 11 Februari 2022 || || 503 kali

...

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Bahasa dan Sastra bekerjasama dengan Tim Pengembangan Kethoprak DIY menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kethoprak tahun 2022 dengan materi pembahasan mengenai “Teknik Penulisan Naskah Kethoprak”. Workshop ini diadakan di Ruang Pertemuan Auditoriun, Museum Sonobudoyo dengan total peserta mencapai 90 orang yang dibagi menjadi tiga sesi, yaitu pada tanggal 11 Februari 2022 sampai 13 Februari 2022.

Workshop ini merupakan bentuk sosialisasi dalam sayembara penulisan naskah lakon seni kethoprak tahun 2022 yang pendaftarannya telah dibuka pada bulan Februari 2022. Harapannya setelah diadakannya workshop, sayembara ini akan mendapatkan respon yang baik bagi para calon peserta.

Dalam workshop “Teknik Penulisan Naskah Kethoprak” ini terdapat tiga narasumber yang menjadi penggiat kethoprak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Materi pertama dibawakan oleh Bambang Paningrom mengenai Teknik Menulis Lakon Sebagai Profesi. Dalam materinya beliau menyampaikan bahwa seorang penulis lakon ini harus memiliki beberapa kemampuan, salah satunya adalah dapat konsisten dalam menjaga alur dan karakter tokoh dalam lakon.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Purwadmadi mengenai Latar Sosio-Historis dalam Penulisan Naskah Lakon. Salah satu yang beliau sampaikan dalam materinya adalah transformasi kepenulisan naskah lakon dari tahun ke tahun dan bagiamana tradisi sebuah naskah dalam kethoprak.

Materi terakhir yang menjadi penutup workshop ini disampaikan oleh Bondan Nusantara, yang menyampaikan mengenai Teknik Menulis Naskah Lakon Kethoprak. Beliau menyampaikan beberapa zperbedaan yang signifikan mengenai kepenulisan naskah kethoprak dengan naskah lakon lain seperti teater dan perfilman.

Pada akhir sesi workshop peserta melakukan praktik menulis usulan gagasan atau ide cerita yang menjadi rencana naskah. Praktik menulis ini dibagi menjadi tiga kelompok yang asing-masing kelompoknya terdapat satu instruktur sebagai pengarah dalam proses kepenulisan.

 

(Anggia)

Berita Terpopuler


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2024

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta