by bahasa|| 24 Mei 2021 || || 1.624 kali
Revitalisasi Sastra Lisan Melalui Dongeng Yogyakarta
Sastra lisan merupakan suatu teks yang berbentuk estetik dan disampaikan secara turun temurun, serta memiliki kaitan dengan konteks moral mau pun kultural dari sekelompok masyarakat tertentu. Dalam hal initentu sastra lisan memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan sastra yang lain. Ciri dasar sastra lisan tergantung kepada penutur, pendengar, ruang, dan waktu. Hal itu mengakibatkan sastra lisan dapat berkembang sesuai kreativitas penuturnya yang kemudian memunculkan keberagaman versi.
Revitalisasi dimaknai sebagai proses, cara, perbuatan, menghidupkan atau menggiatkan kembali suatu hal yang sebelumnya kurang berdaya. Sastra lisan sebagai salah satu bentuk budaya dalam masyarakat yang khas juga memerlukan perhatian dan cara yang pantas untuk bertaham hidup, salah satunya dengan pewarisan kepada generasi muda. Sastra lisan ini diwarisakan sebagai bentuk kepedulian untuk mewariskan sikap hidup, nilai yang baik, norma-norma sosial, dan hasil yang bermanfaat bagi generasi muda selanjutnya. Sastra lisan sebagai sebuah kekayaan yang tidak akan punah ditelan zaman.
Pada pelaksanaan revitalisasi sastra lisan, hal yang menjadi penekanan adalah permodelan dan pembuatan aksi dari revitalisasi sastra itu sendiri. Permodelan revitalisasi terdiri atas tiga jenis yaitu revitalisasi berbasis masyarakat, sekolah, dan komunitas.
Revitalisasi sastra lisan diselenggarakan oleh Kundha Kabudayan DIY dengan tujuan agar sastra lisan di DIY tetap terjaga kelestariannya dan bisa digunakan sebagai media edukasi bagi generasi muda DIY. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan output berwujud buku kumpulan sastra lisan DIY berwujud dongeng yang selanjutnya akan didistribusikan dan bisa digunakan sebagai media atau bahan ajar bagi sekolah-sekolah berbagai jenjang khususnya di DIY. Selain itu, revitalisasi berbasis masyarakat dan komunitas juga dilakukan dengan pendistribusian ke masyarakat melalui perpustakaan desa, perpustakaan sanggar, dan sebagainya.
Rully Andriadi, S.S. selaku kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa Sastra dan Permuseuman memaparkan bahwa revitaliasasi sastra lisan melalui dongeng berbahan baku kelokalan di Daerah Istimewa Yogyakarta dipandang perlu untuk dilakukan. Hal itu mengingat fungsi keberadaan sastra lisan sebagai alat pendidikan, kontrol sosial, pemersatu, pelestari lingkungan, dan hiburan. (HAY)
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by bahasa || 21 April 2021
Terakhir diadakan pada 1922, Kongres Aksara Jawa kembali diselenggarakan pada 22 sampai 26 Maret 2021 di Yogyakarta. Kongres Aksara Jawa I (KAJ I) ini diadakan karena aksara Jawa sudah semakin jarang ...
by bahasa || 21 April 2021
Kongres Aksara Jawa (KAJ) I digelar Senin (22/3) hingga Jumat (26/3) di Yogyakarta. Lewat kongres ini, diharapkan aksara Jawa bisa kembali bangkit di era digital ini. Saat pembukaan, Gubernur DIY Sri ...
by bahasa || 26 April 2021
Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Cipta Dongeng 2021. Gelaran ini guna memotivasi masyarakat mengembangkan cerita-cerita dan dongeng-dongeng yang berasal dari lingkungan ...