by admin|| 26 Mei 2020 || || 833 kali
Pandemi Covid-19 memberikan dampak sosial yang sangat berbeda di masyarakat, khususnya ketika Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Tak ada acara kumpul-kumpul secara fisik yang biasa masyarakat lakukan setiap tahunnya. Aktivitas masyarakat menjadi sangat terbatas. Kegiatan silahturahmi yang menjadi tradisi erat ketika merayakan Hari Raya Idul Fitri juga lebih terbatas, termasuk kegiatan silahturahmi yang rutin diadakan di Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY.
Selasa (26/5) merupakan hari pertama masuk setelah Libur Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Seluruh Pegawai Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY baik ASN maupun Non ASN diwajibkan untuk masuk kerja seperti biasa Tradisi syawalan yang rutin digelar setiap tahun terasa berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Seluruh pegawai mengikuti kegiatan syawalan di Pendopo Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan cara berdiri mengitari Pendopo, tanpa ada salaman, tanpa ada duduk berkerumun, tetapi tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan cara memakai masker dan menjaga jarak.
Seperti yang dikemukakan oleh Bapak Cahyo Widayat, SH., M. Si selaku Sekretaris Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, “Acara syawalan kali ini berlangsung khusus tanpa mengurangi makna syawalan yaitu saling memaafkan meskipun tanpa bersalaman”. Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY juga memiliki cara unik sebagai sarana untuk mendukung dan menaati edaran pemerintah tentang larangan mudik di masa pandemi Covid-.19, yaitu dengan mengadakan acara foto bersama setiap seksi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pegawai Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY agar tidak melakukan mudik ke kampung halamannya.
![]() |
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...
by admin || 18 Juni 2013
"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...