by museum|| 04 Februari 2020 || || 654 kali
Sore hari kemarin pada tanggal 3 Februari 2020, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menyelenggarakan seremoni penyerahan duta museum kepada 36 museum di Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini merupakan salah satu rangkaian dari Kegiatan Pemilihan Duta Museum DIY 2020. Ketigapuluhenam duta museum tersebut merupakan hasil dari seleksi administrasi dan juga seleksi wawancara yang telah dilakukan sebelumnya. Dari semua pendaftar yang masuk, ketigapuluhenam duta museum ini dipandang mampu dan cakap oleh juri untuk menjadi duta di setiap museum dan untuk maju ke babak pemilihan 10 besar dan final Duta Museum. Acara yang penuh keakraban ini terlihat ketika prosesi penyerahan duta museum kepada kepala museum. Duta museum yang dipanggil satu per satu untuk menerima selempang dari kepala museum masing-masing tampak ceria dan siap untuk menerima tugas besar menjadi duta museum. Perlu diketahui bahwa dalam proses pemilihan Duta museum ini, masing-masing 36 finalis diwajibkan membuat project planning di museum pilihan mereka sekaligur melamar kepada museum-museum tersebut untuk menjadi duta museum. Jika satu museum dilamar lebih dari satu orang duta, maka kepala museum berhak untuk menentukan pilihannya. Proses ini diharapkan dapat mendekatkan 36 duta museum ini dengan museum-museum di DIY dan sekaligus juga menjadi bahan penilaian dewan juri untuk menentukan 10 besar terbaik dan juara Duta Museum 2020.
Dalam laporannya Bapak Rully Andriadi, S.S. selaku Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman menjelaskan bahwa maksud dari kegiatan pemilihan Duta Museum adalah untuk mensosialisasikan keberadaan museum, meningkatkan pemahaman masyarakat akan kebudayaan melalui museum sekaligus meningkatkan citra positif museum di DIY di mata Indonesia dan dunia. Hal ini selaras dengan tema besar Pemilihan Duta Museum 2020 ini yaitu “Museum Jogja untuk Indonesia dan Dunia.” Bapak Aris Eko Nugroho, S.P., M. Si. Kepala Dinas Kebudayaan DIY dalam sambutannya menekankan harapannya bahwa para finalis 36 besar ini dapat menjadi “ambassador” yang melakukan gerakan promosi yang terintegrasi dengan pemangku kepentingan di museum dan di Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak lupa dalam kesempatan sore hari tersebut, Bapak Bambang Widodo, S.Pd, M.Pd. Ketua Barahmus DIY menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan karena kehadiran Duta Museum ini diharapkan mampu memajukan dan mengembangkan permuseuman di Yogyakarta.(ran, pb)
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...
by admin || 18 Juni 2013
"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...