Pesanggrahan Rejakusuma dan Purwareja yang Kini Tinggal Tersisa Sedikit Peninggalannya (Pesanggrahan Bagian VI)

by pamongbudaya|| 12 Desember 2025 || 652 kali

...

Pesanggrahan Rejakusuma dan Purwareja adalah dua dari beberapa pesanggrahan yang dibangun pada masa Hamengku Buwono II, yang peninggalannya kini hanya tersisa sedikit. Jika di tulisan sebelumnya tentang seri pesanggrahan, banyak sobat budaya yang sudah mengetahui bahkan mengunjunginya, maka untuk kedua pesanggrahan ini tidak banyak yang mengetahuinya apalagi pernah mengunjunginya kecuali penduduk setempat yang tinggal di sekitar lokasi tersebut.  

 

  1. PESANGGRAHAN REJAKUSUMA

Pesanggrahan Rejakusuma terletak di Kalurahan Tamanan, Kapanewon Banguntapan, Bantul, sekitar 500 m di selatan Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan yang terletak di tepi JL. Ringroad Selatan (Jl. Ahmad Yani). Salah satu peninggalannya dapat dilihat di sekitar koordinat -7.836330, 110.382500. Beberapa peninggalan yang lain ada di sekitar lokasi tersebut. Pesanggrahan ini didirikan pada masa Hamengku Buwono II, namun sama seperti Pesanggrahan Rejawinangun, didirikan saat beliau masih sebagai putra mahkota. Walaupun dibangun semasa dengan Pesanggrahan Rejawinangun, namun kondisinya sangat berbeda dengan pesanggrahan tersebut. Saat ini peninggalan yang dapat dilihat dari Pesanggrahan Rejakusuma hanya sedikit, antara lain Gedhong Temanten dan beberapa runtuhan bangunan serta sisa-sisa fondasi, yang terdapat di sekitar rumah penduduk. Peninggalan tersebut kondisinya tidak terawat, retak, rusak dan terdapat tumbuhan liar pada reruntuhan bangunan tersebut. Mengenai penyebutan Gedhong Temanten, menurut info dari penduduk setempat,  dinamakan demikian karena awalnya ada sebuah gedhong yang sama yang terletak di sebelah baratnya. Jadi ada sepasang gedhong yang sama bentuk dan ukurannya sehingga dinamakan Gedhong Temanten. Namun gedhong tersebut sudah runtuh pada tahun 1950-an dan pada tahun 1970-an lokasinya sudah didirikan rumah penduduk.

Foto di awal tulisan ini adalah foto Pesanggrahan Rejakusuma pada tahun 2023. Terlihat sisa dinding bangunan yang dikelilingi tumbuhan dan warna putih di bagian kiri adalah asap pembakaran sampah dedaunan yang dilakukan oleh warga sekitar tempat tersebut. Foto di atas tulisan ini adalah kondisi peninggalan berupa sisa-sisa dinding dan/atau fondasi, dan foto di bawah ini adalah kondisi dinding yang tersisa yang sudah ditumbuhi semak dan pohon.

 

  1. PESANGGRAHAN PURWAREJA

Pesanggrahan Purwareja terletak di Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Bantul, dengan koordinat -7.808153, 110.403728, sekitar 400 m di tenggara Kantor Kalurahan Banguntapan. Jika Pesanggrahan Rejakusuma dibangun sebelum Hamengku Buwono II naik tahta, maka Pesanggrahan Purwareja dibangun setelah beliau naik tahta. Jika Pesanggrahan Rejakusuma dapat dilihat peninggalannya di beberapa tempat yang berdekatan, maka peninggalan pesanggrahan ini terdapat di beberapa tempat yang cukup berjauhan. Selain tempat yang disebutkan di atas, ada peninggalan lain yang berhubungan, namun jaraknya sekitar 500 m ke arah barat laut dari lokasi ini. Yang pertama adalah Gapuro Gedongkuning Bagian Timur dan Gapuro Gedongkuning Bagian Barat dan yang kedua adalah Pasiraman Manuk Beri. Gapuro Gedongkuning dapat dilhat di Gg. Harjuna di sebelah timur Jl. Gedongkuning sedangkan Pasiraman Manuk Beri di tanah pekarangan penduduk di Kelurahan Rejowinangun yang terletak di sebelah barat Jl. Gedongkuning. Gapuro Gedongkuning Bagian Barat sudah dipindahkan dari tempat semula di sebelah barat jalan, sedangkan yang Bagian Timur masih terletak di lokasi awalnya meskipun hanya sebagian gapura saja.

Lokasi Pesanggrahan Purwareja yang disebut di awal tidak terletak di pinggir jalan yang dapat dilalui kendaraan roda 4, sehingga jika akan melihat peninggalan dari pesanggrahan ini harus berjalan kaki atau naik kendaraan roda 2 dengan kondisi jalan yang terbatas. Di lokasi ini dapat dilihat sebagian dinding dari bangunan Gedhong Pusaka. Kondisinya kurang terawat, terlihat retakan, rusak dan terdapat tumbuhan liar pada reruntuhan bangunan tersebut. Kondisi Pesanggrahan Purwareja pada tahun 2023 seperti terlihat pada sebuah foto di atas tulisan ini dan  dua foto di bawah ini. Jika sobat budaya berminat mengunjungi lokasi pesanggrahan ini, maka dapat membandingkannya dengan kondisi di akhir tahun 2025 ini. (DD)

 

 

Artikel Terpopuler


...
Istilah - Istilah Gamelan dan Seni Karawitan

by admin || 07 Maret 2014

Ada-ada. Bentuk lagu dari seorang dhalang, umumnya digunakan dalam menggambarkan suasana yang tegang atau marah, hanya diiringi dengan gender.    Adangiyah. Nama dari jenis ...


...
Istilah- Istilah Gerakan Tari Gaya Yogyakarta

by admin || 05 Maret 2014

Ngithing. Posisi tangan dengan mempertemukan ujung jari tengah ibu jari membentuk lingkaran, sedangkan jari-jari lainnya agak diangkat keatas dengan masing-masing membentuk setengah lingkaran. ...


...
Sengkalan

by admin || 04 Maret 2014

  Deretan kata berupa kalimat atau bukan kalimat yang mengandung angka tahun, dan disusun dengan menyebut lebih dahulu angka satuan, puluhan, ratusan, kemudian ribuan. Kata-kata yang ...



Artikel Terkait


...
Pekerjaan Bangunan Pelindung Pada Kegiatan Rehabilitasi Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum ...


...
"Pre Construction Meeting" pada kegiatan Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pre Construction Meeting atau juga disebut dengan rapat persiapan pelaksanaan kontrak, adalah rapat koordinasi yang dilakukan setelah penandatanganan kontrak dan sebelum pelaksanaan kegiatan ...


...
Pameran Cagar Budaya

by admin || 23 September 2019

Pameran tentang cagar budaya dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain adalah pengenalan tentang cagar budaya kepada masyarakat, pemberian informasi mengenai cara-cara pelestarian cagar budaya dan ...





Copyright@2026

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta