by pamongbudaya|| 05 Februari 2026 || 7 kali
Kedua Pesanggrahan ini disebut di dalam Serat Rerenggan Kraton yang memuat penjelasan tentang sejumlah pesanggrahan yang berkaitan dengan Kraton Yogyakarta. Kedua Pesanggrahan ini dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono II.
Peninggalan dari Pesanggrahan Sanapakis yang saat ini masih dapat ditemui adalah pagar keliling, yang terdiri dari dua, yaitu pagar keliling bagian luar dan pagar keliling bagian dalam. Wilayah yang berada di dalam pagar keliling bagian luar memiliki luas sekitar 5 hektar, yaitu 200 m x 260 m dan yang berada di dalam pagar keliling dalam adalah 57 m x 63 m. Namun kondisi pagar tersebut tidak utuh lagi mengelilingi area seluas itu. Menurut pendataan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala DIY (kini menjadi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X) di tahun 2008 pagar keliling bagian luar sisi utara kondisinya tinggal 60%, yang di sisi timur tinggal tersisa 30 m, di sisi selatan sekitar 125 m dan sedangkan di sisi barat kondisinya sedikit lebih baik dibanding keempat sisi lainnya. Demikian pula pada pagar keliling bagian dalam, kondisinya hampir mirip dengan yang di bagian luar, hanya sedikit yang tersisa dan kondisinya banyak yang rusak. Ketinggian pagar keliling luar ada yang mencapai 310 cm, sedangkan yang pagar dalam hanya 225 cm. Demikian juga untuk ketebalan dinding, yang bagian luar 50 cm sedangkan yang bagian dalam 30 cm.

Letak Pesanggrahan ini di Sonopakis Kidul, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Bantul, sekitar 600 m ke arah barat daya dari Kampus Universitas PGRI Yogyakarta atau di sekitar koordinat -7.807972, 110.336972. Pesanggrahan ini didirikan pada masa Sultan Hamengku Buwono II, namun pada masa menjelang berakhirnya pemerintahan Sultan Hamengku Buwono V, pesanggrahan ini mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan lagi. Saat ini di sekitar bekas pesanggrahan kondisinya sudah cukup padat dengan pemukiman. Pesanggrahan Sanapakis telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya berdasarkan Keputusan Bupati Bantul Nomor 416 Tahun 2017.
Foto di awal tulisan ini dan di atas ini adalah salah satu bagian dari pagar keliling yang masih tersisa di Pesanggrahan Sanapakis. Bangunan yang terlihat di belakang pagar bukan merupakan bagian dari pesanggrahan ini. Pesanggrahan Sanapakis telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Keputusan Bupati Bantul Nomor 416 Tahun 2017.

PESANGGRAHAN MADYAKETAWANG
Pesanggrahan ini disebut juga dengan nama lain yaitu Madyatawang atau Peleman. Saat ini peninggalan dari keberadaan pesanggrahan ini dapat dilihat di daerah Peleman, Kalurahan Rejawinangun, Kemantren Kotagede, Yogyakarta. Peninggalan yang dapat dilihat dari pesanggrahan ini lebih sedikit dari Pesanggrahan Sanapakis. Peninggalan berupa tembok keliling yang masih terlihat hanya terletak di dua tempat, yaitu di sisi barat daya yang berada di sebelah timur dari bagian belakang SD Negeri Rejowinangun 1 dan di sisi timur yang berada sekitar 200 m ke arah timur dari bagian depan SD Negeri Rejowinangun 1.
Foto di atas judul Pesanggrahan Madyakertawang adalah foto tembok keliling di sebelah SD Negeri Rejowinangun 1, sedangkan foto di bawah ini adalah foto tembok keliling sisi timur. Sisa Pagar Keliling Pesanggrahan Madyaketawang (Benteng Peleman) ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 384 Tahun 2023. (DD)

by admin || 07 Maret 2014
Ada-ada. Bentuk lagu dari seorang dhalang, umumnya digunakan dalam menggambarkan suasana yang tegang atau marah, hanya diiringi dengan gender. Adangiyah. Nama dari jenis ...
by admin || 05 Maret 2014
Ngithing. Posisi tangan dengan mempertemukan ujung jari tengah ibu jari membentuk lingkaran, sedangkan jari-jari lainnya agak diangkat keatas dengan masing-masing membentuk setengah lingkaran. ...
by admin || 04 Maret 2014
Deretan kata berupa kalimat atau bukan kalimat yang mengandung angka tahun, dan disusun dengan menyebut lebih dahulu angka satuan, puluhan, ratusan, kemudian ribuan. Kata-kata yang ...
by admin || 23 September 2019
Ketika ada kegiatan pembangunan baik itu berupa gedungmaupun prasarana lain seperti jalan dan jembatan, kita hampir selalu melihat bidang pembatas yang membatasi antara area yang bisa dilalui umum ...
by admin || 23 September 2019
Pre Construction Meeting atau juga disebut dengan rapat persiapan pelaksanaan kontrak, adalah rapat koordinasi yang dilakukan setelah penandatanganan kontrak dan sebelum pelaksanaan kegiatan ...
by admin || 23 September 2019
Pameran tentang cagar budaya dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain adalah pengenalan tentang cagar budaya kepada masyarakat, pemberian informasi mengenai cara-cara pelestarian cagar budaya dan ...