...

serangkaian kegiatan terapi seni rupa atau Moekti tahun 2021 telah terlaksana dengan baik, setelah sebelumnya digelar dengan kegiatan workshop di kabupaten se DIY dengan peserta guru guru sekolah luar biasa dan para relawan pendamping disabilitas, kemarin hari kamis tanggal 3 Juni 2021 bertempat di hotel phoenik kota yogyakarta diadakan kegiatan workshop Moekti seni rupa 2021,, dengan peserta guru SLB se Kota Yogyakarta dan pendamping disabilitas dari kota yogyakarta, kegiatan yang di buka langsung oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan DIY bapak Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si.

kegiatan moekti tahun ini memang sangat berbeda tahun tahun sebelumnya,kegiatan sebelumnya dengan menghadirkan relawan yang terjun langsung ke siswa siswa di sekolah luar biasa, namu tahun tahun ini kegiatan diadakan dengan workshop langsung ke tenaga pendidik dan tenaga pendamping yang biasa berhubungan dengan penderita disabilitas. 

ditemui setelah kegiatan workshop banyak peserta mengukapkan kesenengnya dengan kegiatan ini, sebagian guru mengatakan bahwa kegiatan ini menambah wawasan, pengalaman serta ilmu dalam meningkatkan motifasi dan keinginan siswanya diluar kurikulum pendidikan yang ada,, senada dengan guru sekolah luar biasa, para pendamping disabilitas juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan DIY atas fasilitasnya sebagai peserta workshop, karena selain bisa berbagi pengalaman sesama pendamping juga mendapat ilmu yang bermanfaat bagi teman teman disabilitas dampingannya.

diakhir kegiatan harapan hampir semua peserta, kegiatan ini tidak berhenti sampai sini dan akan berlanjut dipertemuan berikutnya, dan semua peserta berharap agar segera pandemi ini segera berakhir, supaya nanti bisa berkolaborasi antara Dinas Kebudayaan DIY, SLB serta pendamping disabilitas dalam membantu dan meningkatkan motivasi para penyandang disbilitas, serta satu tekat merubah image penyandang disabilitas yang semula dianggap berkebutuhan khusus menjadi Berkemampuan Khusus 

Berita Terpopuler


...
Perajin Batik Kulonprogo Perkuat Pasar Lokal untuk Jaga Produksi Tetap Stabil

by admin || 24 November 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Perajin batik Kulonprogo mulai merasakan tanda-tanda kelesuan pasar batik yang biasa terjadi di akhir tahun. Untuk menjaga stabilitas produksinya, perajin batik ...


...
Kesenian Tari Hibur Peserta Funbike Gebyar Museum Pleret

by admin || 09 Oktober 2016

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rombongan Funbike Gebyar Museum Pleret tiba di Museum Purbakala Pleret. Tari Sigrak Sesolak, Tari Nawung Sekar ...


...
'Selendang Sutra' Penyatu Mahasiswa

by admin || 07 Oktober 2016

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogya (Disbud DIY) bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) mengadakan 'Karnaval Selendang Sutra' 2016 guna mengurangi gesesekan ...


...
Disbud DIY Bersama Matra Akan Gelar Festival Gejog Lesung Keistimewaan

by admin || 07 September 2016

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bersama Masyarakat Tradisi (Matra) Yogyakarta, akan menyelenggarakan Festival Gejog Lesung Keistimewaan, pada 9 dan 10 September 2016 ...


...
Festival Budaya Menoreh 2016 Berlangsung Meriah

by admin || 16 Oktober 2016

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Budaya Menoreh 2016. Rangkaian acara yang diselenggarakkan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kulonprogo ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2021

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta