by admin|| 04 Maret 2014 || 329.827 kali
Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo. Dilahirkan pada tanggal 22 Maret 1899 di Yogyakarta Putera Ngabehi Prawiroreso ini pada tahun 1909 tamat Sekolah Dasar di Gading dan Tahun 1916 masuk menjadi abdi dalem Kraton sebagai Jajar Prajurit Wirabraja hingga menjadi Bupati Anom yang berkantor di KHP. Kridomardowo Kraton Yogyakarta. Dalam membantu usaha pemerintah,beliau menjadi guru di IKIP Jurusan Bahasa Jawa Bagian Kesenian, Guru karawitan di SGA, guru Konservatori Tari Indonesia dan Guru ASTI. ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 192.111 kali
Kanjeng Raden Tumenggung Wiroguno. Putra dari KGPA Mangkubumi dan RAY. Tejomurti ini dilahirkan pada tanggal 3 Nopember 1876 di Yogyakarta. Beliau ,mempunyai kegemaran melukis dengan cat air dan cat minyak. Beberapa lukisannya terpancang di Kraton Yogyakarta. K.R.T Wiroguno menjabat Bupati Patih Kadipaten Yogyakarta termasuk empu gendhing yang unggul. Disamping itu beliau masih melanjutkan membina corak pagelaran tari ciptaan ayahnya , Pangeran Mangkubumi, yaitu ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 22.302 kali
B.P.H. Tedjokusumo atau yang lebih akrab dipanggil Gusti Tedjo adalah panutan seni tari, kemudian beliau menguasai tari putri dan alus sehingga pada waktu muda memperoleh Peran Arjuno. Beliau sebagai Direktur Tari dari Krido Beksa Wirama. Pada Zaman Sri Sultan Hamengku Buwana IX berkenan mendirikan Hamong Bekso Kraton Yogyakarta, Gusti Tejo bersama Pangeran Suryodiningrat mengemban tugas Kraton untuk menatar dan menguji calon-calon guru tari Hamong Bekso dengan ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 22.567 kali
Kanjeng Raden Tumenggung Purbaningrat. Putera G.B.H Suryamataram dilahirkan pada tanggal 10 Mei 1865. Pada waktu itu pemerintah Sri Sultan Hamengku Buwana VII beliau diangkat menjadi Bupati Anom Wedono Ageng Punokawan dan disertai kewajiban menjadi pimpinan seni tari, seni tembang dan seni karawitan di Kraton Yogyakarta. Pada waktu Sri Sultan Hamengku Buwana VII menyelenggarakan wayang orang di Kraton dengan cerita Joyo Semedi, K.R.T Purbaningrat ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 21.374 kali
KPH Brongtodiningrat. Lahir tanggal 20 Oktober 1989. Dan menamatkan Sekolah Dasar tahun 1908. Masuk menjadi abdi dalem jajar punokawan kadipaten tahun 1910, sambil kursus privat Bahasa Belanda di Dalem Ngadikusuman. Pada tahun 1915 menjadi bekel, tahun 1917 menjadi Bupati Anom Mantu Dalem. Kemudian diperuntukkan kantor Kepatihan hingga tahun 1922 beliau menjadi sekretaris Sri Sultan Hamengku Buwana VIII. Karier sebagai guru tari di mulai sejak 1934 ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 22.769 kali
G.B.P.H. Suryobrongto. Putra Sri Sultan Hamengku Buwana VIII, lahir tanggal 11 Nopember 1914 dan menamatkan pendidikan AMS jurusan Sastra Timur tahun 1936. Beliau belajar menari sejak kecil dan terus mendalami tari hingga dewasa. Dalam pagelaran-pagelaran wayang wong di Kraton beliau pernah berperan sebagai Pathut Guritno, Bathara Bromo, dan R. Gathotkoco, dalam Beksan Lawung bertindak sebagai lurah. Secara khusus beliau berguru tari ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 27.832 kali
Awal mulanya seorang Bangsa BANI ASIN bernama SYEH MAULANA ACHMAD MATARAM JUMADIL KOBRA yang pertama kali dating ke Pulau Jawa pada tahun : 1299 bersama-sama dengan 3 orang yaitu : 1. Syeh Abul Rachman = ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 32.739 kali
KI AGENG PEMANAHAN yang juga disebut KI AGENG MATARAM III mengelola Mataram pada tahun 1568 – 1575, dulu menjadi Lurah Tamtomo Prajurit Pajang dan mendapat anugerah Tanah Mataram dari Sultan Pajang , lalu diambil menantu Pangeran Sungeb di Saba , dinikahkan dengan kakak perempuan Pangeran Juru JURU ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 25.257 kali
Sudharso Pringgobroto. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 21 Juni 1921, putera seorang Asisten Wedhana di Tempel Sleman. Orang tuannya bernama R. Pringgopiyogo, yang menjabat asisten wedana sejak tahun 1972 dan dikenal sebagai seorang Penayub (tukang Nayub) yang baik, pemegang peran utama dalam pementasan yang berbentuk drama tari. Sebagai seorang yang berdarah seni Sudharso mulai belajar menari pada tahun 1937 pada organisasi tari Jawa Kridha Beksa Wirama di bawah ...
by admin|| 04 Maret 2014 || 26.574 kali
Kanjeng Raden Tumenggung Jayadipura, Seniman istana yang jenius, yang berhasil menciptakan tata busana wayang wong Istana Yogyakarta yang sangat megah. Tata busana wayang kulit, sehingga memudahkan penonton untuk membedakan peran yang satu dengan yang lainnya. Bukan hanya tokoh-tokoh kesatria saja yang dicipta tata busananya, tetapi juga tokoh-tokoh raksasa, binatang bahkan juga pentas ( Stage props) berupa goa pertapaan, laut, pemandangan alam, teknik-teknik kelengkapan ...