Artikel Budaya


...
Tim Pendaftaran Cagar Budaya

by pamongbudaya|| 03 November 2021 || || 343 kali


Sesuai Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yang bertugas untuk memberikan rekomendasi penetapan, pemeringkatan dan penghapusan adalah Tim Ahli Cagar Budaya. Artikel tentang Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dapat dilihat di https://budaya.jogjaprov.go.id/artikel/detail/Tim-Ahli-Cagar-Budaya. Dalam melaksanakan tugasnya, TACB dapat dibantu oleh unit pelaksana teknis atau satuan kerja perangkat daerah yang bertanggung jawab di bidang Cagar Budaya.  Tim yang membantu ini disebut ...


...
Mengenal Bangunan Berarsitektur Tradisional Jawa : Bangunan Kampung (Bagian 2)

by pamongbudaya|| 28 Oktober 2021 || || 320 kali


Bangunan kampung ini, menurut naskah-naskah lama tentang bangunan rumah berarsitektur tradisional Jawa, sebenarnya berasal dari kata kapung /katepung yang artinya adalah dihubungkan. Jadi untuk mempermudah pendirian rumah maka cukup menghubungkan dua bidang atap dan meniadakan kelengkapan kayu lainnya yang ada pada ketiga bentuk sebelumnya, yaitu pada bentuk tajug, joglo dan limasan. Menurut naskah-naskah ini, variasi bangunan kampung ada 9 (sembilan) buah, sedangkan menurut R. Ng. Mintoboedoyo ...


...
Mengenal Bangunan Berarsitektur Tradisional Jawa : Saka Santen

by pamongbudaya|| 13 Oktober 2021 || || 390 kali


Dalam arsitektur tradisional jawa, selain saka guru yang sudah lebih umum dikenal, ada beberapa istilah untuk saka (tiang atau kolom dari kayu) yang lain. Beberapa di antaranya adalah : Saka penanggap : saka yang menyangga blandar (balok) dari atap penanggap. Saka penitih : saka yang menyangga blandar dari atap penitih. Saka peningrat : saka yang menyangga blandar dari atap peningrat. Saka emper : saka yang menyangga blandar dari atap emper. Saka goco : saka yang menyangga blandar dari ...


...
Cara Membaca Aksara Jawa dengan Cepat (Artikel Beraksara Jawa)

by bahasa|| 30 September 2021 || || 311 kali


...


...
???????????????????????????????

by bahasa|| 30 September 2021 || || 171 kali


...



...
Mengenal Bangunan Berarsitektur Tradisional Jawa : Bangunan Joglo (Bagian 2)

by pamongbudaya|| 21 September 2021 || || 627 kali


Jika di dalam naskah-naskah lama tentang bangunan rumah berarsitektur tradisional Jawa (Prijotomo, 2006) bangunan dengan bentuk atap limasan mengenal 7 (tujuh) variasi (https://budaya.jogjaprov.go.id/artikel/detail/Mengenal-Bangunan-Berarsitektur-Tradisional-Jawa-Bangunan-Joglo), maka selanjutnya sesuai dengan perkembangan zaman terdapat berbagai variasi lainnya. Menurut R. Ng. Mintoboedoyo dalam Hamzuri (1986) terdapat 12 (dua belas) variasi bangunan joglo, menurut Dakung (1987) terdapat 7 ...


...
Mengenal Bangunan Berarsitektur Tradisional Jawa : Kayu Jati Yang Memiliki Daya Pengaruh Baik

by pamongbudaya|| 10 September 2021 || || 491 kali


Menurut naskah-naskah lama tentang bangunan rumah berarsitektur Jawa, kayu yang umumnya atau disarankan digunakan sebagai bahan untuk pembuatan bangunan adalah kayu jati (Tectona grandis). Kayu jati dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu : Jati bang Seratnya halus dan berminyak. Kayu yang dihasilkan akan tahan lama keawetannya. Jati kembang atau jati sungu Warnanya kehitam-hitaman, alur seratnya tampak dengan jelas sekali seperti kembang (= bunga) atau seperti sungu (= tanduk). Kayu ...


...
Mengenal Bangunan Berarsitektur Tradisional Jawa : Kayu Jati Yang Harus Dihindari

by pamongbudaya|| 10 September 2021 || || 236 kali


Kayu jati (Tectona grandis) sebagai bahan utama dalam pembuatan bangunan kayu dalam arsitektur tradisional Jawa diyakini ada yang memiliki sifat yang baik dan ada sifat yang buruk. Kayu jati yang memiliki sifat yang baik diuraikan dalam tulisan lain mengenai Kayu Jati Yang Memiliki Daya Pengaruh Baik  https://budaya.jogjaprov.go.id/artikel/detail/Mengenal-Bangunan-Berarsitektur-Tradisional-Jawa-Kayu-Jati-Yang-Memiliki-Daya-Pengaruh-Baik, sedangkan dalam tulisan ini yang dibahas adalah ...


...
Mengenal Bangunan Berarsitektur Tradisional Jawa : Jrambah dan Jogan

by pamongbudaya|| 10 September 2021 || || 267 kali


Jrambah dan jogan adalah sebutan untuk lantai yang berbeda tingkat ketinggiannya. Pada beberapa bangunan berarsitektur tradisional Jawa, dalam sebuah bangunan terdapat perbedaan ketinggian lantai. Jika kita mengunjungi Kompleks Kraton Yogyakarta, di Bangsal Witana dan Bangsal Pancaniti ada perbedaan ketinggian lantai. Lantai di di bawah atap brunjung lebih tinggi dari lantai di bawah atap penanggap. Lantai yang lebih tinggi disebut  jrambah, sedang lantai yang lebih rendah disebut ...





Copyright@2022

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta