Harmoni Budaya di Gerbang Dunia: Pentas Seni Kalurahan Budaya di YIA

by ifid|| 14 Juli 2025 || || 63 kali

...

Yogyakarta, 13 Juli 2025 – Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah provinsi yang selalu kaya akan cerita, kembali menorehkan narasi kebudayaan di atas panggung megah. Kali ini, denyut nadi tradisi, kearifan lokal, dan semangat gotong royong berpadu harmonis dengan hiruk pikuk gerbang dunia. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan bangga mempersembahkan kembali Pentas Seni Kalurahan/Kelurahan Budaya, sebuah kolaborasi strategis dengan Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA) yang sukses digelar pada tanggal 13 Juli 2025.

Kegiatan ini bukan sekadar pementasan biasa yang menampilkan gerak dan nada semata. Ini adalah manifestasi nyata dari komitmen DIY dalam melestarikan, mengembangkan, dan mengapresiasi kekayaan seni tradisional yang tumbuh subur di setiap pelosok desa dan kelurahan budaya. Selama dua hari penuh di kompleks YIA, seluruh potensi terbaik dipamerkan, mulai dari tarian heroik yang penuh semangat juang, hingga gerak penuh syukur atas anugerah alam. Ada pula ekspresi jati diri pemuda yang inovatif, serta kisah-kisah legendaris yang hidup dalam setiap gerakan dan lirik.

Melalui kolaborasi strategis dengan YIA, Dinas Kebudayaan DIY mengambil langkah progresif yang patut diacungi jempol. Potensi seni tradisional tidak hanya dinikmati oleh masyarakat lokal, tetapi juga diperkenalkan kepada ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara yang setiap harinya melintasi gerbang udara ini. Bayangkan, para pelancong yang baru tiba di tanah Yogyakarta, disambut dengan irama gamelan yang magis nan menenangkan, atau disuguhkan tarian gemulai yang penuh makna dan filosofi mendalam. Ini adalah pintu gerbang budaya yang sesungguhnya, sebuah sambutan hangat yang menawan hati dan memperkenalkan kekayaan warisan tak benda Yogyakarta sejak detik pertama kedatangan.

Pada gelaran kali ini, lima kalurahan budaya yang tampil semuanya berasal dari Kabupaten Sleman, menunjukkan kekayaan dan keragaman seni budaya dari salah satu kabupaten di DIY.

Menjelajahi Lima Kalurahan Budaya dari Sleman

Kelima kalurahan budaya dari Kabupaten Sleman yang turut memeriahkan Pentas Seni di YIA adalah representasi nyata dari keberagaman dan kekayaan seni tradisional Yogyakarta. Setiap kalurahan membawa kisah, filosofi, dan keunikan gerak serta nada yang memukau.

1. Kalurahan Triharjo, Sleman Kalurahan Triharjo menampilkan sebuah karya yang memukau, yaitu Kontrasiswa Krobyak. Tarian ini merupakan sebuah adibusana potensial yang ada di Padukuhan Krobyak, di mana tarian ini sudah ada sejak tahun 1986. Tarian Krobyak seringkali dilakukan pada saat-saat kebahagiaan maupun ketika melakukan dhawuh resmi. Tarian ini merupakan tarian syiar agama yang sampai saat ini masih manggala.

Selain itu, Triharjo juga menampilkan Tayub Morangan VII. Tarian ini terinspirasi dari sebuah kisah hidup seorang penari Tayub beserta rombongannya, yang menjalani pentas dari wilayah Triharjo hingga masa akhir hidupnya. Dalam tarian ini, ada pula kisah-kisah legendaris yang hidup dalam setiap gerakan dan lirik, seperti kisah komplek malam Kadek di Dusun Trucuk Widor. Keberagaman profesi dan potensi budaya yang dimiliki menjadikan inspirasi terciptanya sebuah karya tari yang harum dan migunani.

2. Kalurahan Sendangagung, Sleman Dari Kalurahan Sendangagung, hadir sebuah pementasan berjudul Tari Kridha Hanuraga. Karya ini merupakan bentuk pengembangan dari kesenian rakyat, khususnya Kesenian Kuntulan, yang termasuk dalam kesenian religi. Tari ini merupakan wujud syukur serta puji-pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kesenian ini menjadi salah satu potensi gerakan bela diri yang sudah diperhalus dan diperindah menjadi sebuah sajian pertunjukan seni tari. Sajian Tari Kridha Hanuraga dilakukan oleh seniman muda dari Kalurahan Budaya Sendangagung. Dengan demikian, karya ini menjadi upaya memaksimalkan potensi SDM Kalurahan Budaya Sendangagung dan menjadi wujud rasa untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan.

Pesona Budaya yang Memikat Hati

3. Kalurahan Sinduadi, Sleman Kalurahan Sinduadi mempersembahkan Tari Sinduadi Gumregah. Karya tari ini menggambarkan potensi yang ada di Kalurahan Sinduadi, dari segi religi, hingga seni dan budaya. Dari karya tari ini menunjukkan bahwa Sinduadi merupakan kalurahan yang kaya akan budaya dan rasa toleransi yang tinggi. Potensi kesenian di Sinduadi meliputi seni tari, karawitan, pedalangan, kethoprak, jathilan, dan macapatan. Sementara itu, potensi kuliner khas Sinduadi termasuk mbangggulo gandhul, permen yang terbuat dari kates (pepaya), gethuk, dan jamu.

4. Kalurahan Sukoharjo, Sleman Kalurahan Sukoharjo menampilkan pementasan berjudul Reresik. Tarian ini menggambarkan semangat gotong royong dalam membersihkan diri secara batin maupun fisik dan lingkungan sekitar melalui gerakan yang dinamis. Selain itu, Sukoharjo juga menampilkan Pancasari. Karya ini menggambarkan harmoni lima kabupaten di DIY melalui perpaduan gerak dan karakter masing-masing daerah, serta mencerminkan semangat persatuan dalam keragaman budaya Yogyakarta.

5. Kalurahan Wonokerto, Sleman Terakhir, dari Kalurahan Wonokerto hadir pementasan berjudul Tari Raksa Pari dan Sekar Wono. Tari Raksa Pari menceritakan tentang kegiatan anak-anak sepulang sekolah yang membantu orang tuanya untuk menjaga sawah dan gangguan burung pipit yang hendak memakan padi. Di sawah itu, anak-anak bermain dan belajar bersama. Tidak terasa hari semakin sore, anak-anak harus segera pulang. Raksa artinya menjaga dalam bahasa Sansekerta, sedangkan "Pari" dalam bahasa Jawa artinya padi.

Sementara itu, Sekar Wono dalam bahasa Jawa berarti bunga yang harum, dan Wono berarti ladang sumber kesejahteraan. Tarian ini terinspirasi dari karakter tersebut. Tanah yang subur, ijo royo-royo (hijau royo-royo), gemah ripah pasir wukir, menjadikan keharmonisan tersendiri bagi Kalurahan Wonokerto.

Pentas Seni Kalurahan Budaya di YIA ini menjadi bukti nyata bahwa kebudayaan adalah denyut nadi yang tak pernah padam di Yogyakarta. Kolaborasi antara Dinas Kebudayaan DIY dan YIA telah membuka pintu gerbang budaya yang sesungguhnya, menyambut dunia dengan pesona warisan tak benda yang memikat hati. Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut, memperkuat identitas budaya Yogyakarta di mata dunia, dan menginspirasi generasi mendatang untuk terus melestarikan kekayaan seni dan tradisi leluhur.

Berita Terpopuler


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...


...
Limbah Industri: Jenis, Bahaya dan Pengelolaan Limbah

by museum || 18 September 2023

Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2025

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta