Yogyakarta Perkuat Posisi Aksara Jawa di Ruang Digital Internasional

by ifid|| 16 Oktober 2025 || 140 kali

...

Yogyakarta – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) menggelar serangkaian pertemuan teknis dan budaya di Yogyakarta pada 15-16 Oktober 2025.  Agenda ini guna mempercepat pengesahan Label Generation Rules (LGR) untuk Aksara Jawa. Sebagai gerbang menuju pengakuan global aksara nusantara di ranah nama domain internet. Berpusat di Ruang Meeting Museum Sonobudoyo yang sarat nuansa budaya, kegiatan ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama PANDI dengan Dinas Kebudayaan DIY. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, didampingi penyampaian pandangan dari Ketua PANDI John Sihar Simanjuntak dan IDN Program Director ICANN Pitinan Kooarmornpatana, menandai dimulainya babak baru digitalisasi warisan budaya.

 

Sinergi antara Teknologi dan Akar Budaya

Untuk memastikan pengembangan LGR tidak terlepas dari akar budayanya, Dinas Kebudayaan DIY turut mengundang Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa dari DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, bersama dengan berbagai pegiat aksara dari beragam komunitas. Kehadiran mereka bertujuan memberikan masukan dalam penyempurnaan varian karakter dan aturan penulisan Aksara Jawa agar tetap sesuai kaidah linguistik, namun siap diimplementasikan dalam sistem digital. Pemahaman konteks budaya diperdalam pada hari kedua melalui kunjungan ke Museum Sonobudoyo dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dalam kunjungan ke Keraton tersebut, para peserta mendapat penjelasan langsung dari Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Rinta Iswara, Penghageng II Kawedanan Widya Budaya Keraton Yogyakarta. Sebagai abdi dalem pelestari budaya Jawa, KRT Rinta Iswara menjelaskan makna filosofis dan tata tulis aksara dalam tradisi keraton.

 

Langkah Konkret Menuju Finalisasi

Berdasarkan hasil pertemuan, langkah selanjutnya adalah PANDI bersama para ahli akan melakukan penyempurnaan akhir dokumen LGR Aksara Jawa dengan mempertimbangkan semua masukan dari ICANN. Dokumen yang telah disempurnakan ini kemudian akan dikirimkan untuk menjalani proses review formal oleh ICANN IDN Program. Sementara untuk aksara Nusantara lainnya, proposal LGR Aksara Pegon akan dilanjutkan ke tahap peninjauan oleh Arabic Script Generation Panel (GP), disesuaikan dengan kategori aksaranya. Kegiatan ini juga merefleksikan keberhasilan Aksara Bali yang telah disetujui ICANN pada November 2024, sekaligus menjadi tonggak sejarah sebagai aksara Indonesia pertama yang diakui di sistem domain global.

 

Semangat Hari Literasi Internasional Jadi Pendorong Utama

Gelaran teknis untuk Aksara Jawa ini merupakan bagian resmi dari Peringatan Hari Literasi Internasional 2025, yang mengusung semangat "Memperkuat Aksara Daerah di Ranah Digital". Dihelat dengan dana keistimewaan DIY, inisiatif strategis ini adalah buah kolaborasi sinergis antara Kundha Kabudayan DIY, Dinas Dikpora, Balai Bahasa Yogyakarta, PANDI, dan ICANN. Menurut Setya Amrih Prasojo, atau Kang Amrih, dari Kundha Kabudayan DIY, momen ini adalah peluang global untuk menegaskan bahwa literasi adalah fondasi peradaban. "Bagi Yogyakarta, literasi bukan sekadar baca-tulis, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan kita dengan aksara, sastra, seni, dan budaya Jawa," tegasnya. Lebih lanjut, Amrih memaparkan bahwa agenda ini dirancang dengan empat tujuan utama: menyempurnakan proposal teknis Aksara Jawa di forum global, memperkuat jejaring kolaborasi, menumbuhkan kesadaran literasi budaya, serta membuka ruang apresiasi seluas-luasnya bagi bahasa dan aksara Jawa.

 

Masukan Teknis dan Rencana Tindak Lanjut

Diskusi teknis hari pertama menghadirkan pertemuan strategis antara PANDI, ICANN, Pemerintah Daerah DIY, dan para ahli aksara dari berbagai penjuru Nusantara—mulai dari Aksara Jawa, Bali, Pegon, hingga Batak. Kolaborasi lintas pakar ini menandai komitmen kolektif untuk memajukan warisan tulisan lokal.

Amrih, selaku koordinator, memaparkan sejumlah penyempurnaan krusial yang dihasilkan:

  1. Penyusunan ulang struktur dan varian aksara dalam proposal LGR
  2. Penambahan karakter khusus (Sa Mahaprana) dan penyesuaian kode teknis
  3. Penyempurnaan aturan penulisan untuk mencegah kesalahan representasi digital
  4. Pengayaan konten pendukung melalui platform seperti Wikipedia
  5. Pembaruan menyeluruh tabel varian dan kode Unicode

Sebagai tindak lanjut, PANDI akan menyempurnakan draft proposal untuk dikirimkan ke ICANN dan panel ahli Arab (khusus Aksara Pegon). Sementara itu, persiapan pembahasan untuk LGR Aksara Batak dan Bali juga telah dimulai, membuka babak baru pelestarian aksara Nusantara di dunia digital.

 

Apresiasi Seni dan Penutupan yang Meriah

Suasana meriah dan khidmat menyelimuti Joglo Panembahan dan Museum Sonobudoyo, pada hari kedua perayaan. Acara yang sarat dengan nuansa Jawa ini menjadi panggung penghargaan bagi para juara berbagai kompetisi, mulai dari Maca Geguritan, Mendongeng, hingga Olimpiade Bahasa Jawa Digital. Kemeriahan semakin terasa dengan iringan karawitan, pertunjukan teater bertema literasi, dan kemegahan Sendratari 'Sumpah Dewi Angin-Angin'. Momen kebersamaan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, Balai Bahasa Yogyakarta, mitra internasional dari ICANN, komunitas pegiat aksara, dan masyarakat luas, mencerminkan kolaborasi yang solid.

 

Hasil dan Harapan Ke Depan

Rangkaian acara ini bukan sekadar perhelatan, melainkan sebuah lompatan strategis. Beberapa capaian penting berhasil diraih:

  1. Penyempurnaan teknis registrasi Aksara Jawa di tingkat global.
  2. Terjalinnya jejaring internasional antara PANDI, ICANN, dan Pemerintah DIY.
  3. Meningkatnya kesadaran publik akan literasi aksara Jawa di ruang digital.
  4. Mengukuhkan Yogyakarta sebagai episentrum budaya dan literasi dunia.

Dengan semangat gotong royong, diharapkan capaian ini menjadi fondasi untuk mengangkat Aksara Jawa setara dengan aksara global lainnya. Dukungan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan aksara Jawa sebagai bagian dari keseharian menjadi kunci utama mewujudkannya. (Fahri)

Berita Terpopuler


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Limbah Industri: Jenis, Bahaya dan Pengelolaan Limbah

by museum || 18 September 2023

Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...


...
Raden Ayu Lasminingrat Tokoh Intelektual Pertama

by museum || 24 Oktober 2022

Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2026

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta