by admin|| 06 April 2026 || 40 kali
YOGYAKARTA — Riuh rendah suara saron dan kendang bersahutan dengan gelak tawa ribuan remaja yang memadati lingkungan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Sabtu (15/11/2025). Di bawah langit Yogyakarta yang cerah, spirit muda dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul untuk satu misi: merayakan keindahan Indonesia dalam tajuk Olimpiade Pariwisata ke-14.
Di tahun 2025, ajang bergengsi tersebut membawa narasi yang ambisius namun puitis: “Sailing Beyond Horizon: Unveiling the Unseen Wonders of Marine Tourism”. Sebuah ajakan untuk menengok kembali kekayaan biru laut kita yang selama ini mungkin hanya dipandang dari bibir pantai.
Napas Budaya di Tengah Ambisi Bahari
Meskipun mengusung tema pariwisata bahari, Olimpiade Pariwisata UGM tidak melupakan akar rumputnya. Di sudut-sudut panggung, fragmen budaya tetap menjadi primadona. Lomba karawitan dan tari kreasi menjadi bukti bahwa untuk menatap masa depan pariwisata yang modern, generasi muda tak boleh tercerabut dari identitas budayanya.
Stephanie Michelle Handoko, sang nakhoda di balik layar kegiatan ini, mengungkapkan bahwa acara ini lebih dari sekadar kompetisi.
"Kami ingin menciptakan ruang eksplorasi di mana pelajar tidak hanya berlomba, tapi juga belajar memahami potensi besar yang dimiliki bangsa ini," tuturnya dengan penuh semangat.
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Andar Danova L. Goeltom dari Kemenparekraf, serta perwakilan Keraton Yogyakarta dan jajaran Dinas terkait, memberikan sinyal kuat: dunia pariwisata masa depan ada di tangan anak-anak muda ini.
Estafet Masa Depan dari Generasi Z
Andar Danova, dalam sambutannya, sempat menitipkan pesan mendalam. Baginya, keberlanjutan sektor pariwisata bukan hanya soal membangun infrastruktur, melainkan soal bagaimana generasi muda menjaga "nyawa" dari destinasi tersebut.
Pihak UGM pun memandang kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menanamkan kesadaran pariwisata berbasis budaya sejak dini. Pariwisata bukan sekadar industri; ia adalah etalase peradaban.
Puncak Kejayaan Ponorogo
Ketegangan mencapai puncaknya saat pengumuman pemenang dibacakan. Sorak-sorai pecah ketika SMA Negeri 1 Ponorogo dinobatkan sebagai Juara Umum. Keberhasilan mereka membawa pulang trofi bergengsi ini menjadi bukti bahwa persiapan matang dan kecintaan pada dunia pariwisata mampu membuahkan hasil manis.
Saat matahari mulai condong ke barat di ufuk Yogyakarta, Olimpiade Pariwisata ke-14 resmi berakhir. Namun, pesan yang dibawa tetap bergema: bahwa pariwisata Indonesia, dengan segala kekayaan bahari dan kedalaman budayanya, akan terus berlayar melampaui cakrawala, dibawa oleh tangan-tangan muda yang penuh binar harapan.
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by museum || 24 Oktober 2022
Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara pada than 1843, merupakan putri seorang Ulama/Kyai, Penghulu Limbangan dan Sastrawan Sunda, Raden Haji Muhamad Musa dengan Raden Ayu Ria. Lasmi ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...
by admin || 18 Juni 2013
"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...