Mulat Sarira di Jantung Mataram: Menenun Identitas, Menggerakkan Ekonomi di Usia 271

by admin|| 09 April 2026 || 513 kali

...

Yogyakarta tidak pernah sekadar tentang titik koordinat di peta. Ia adalah sebuah ritme degup jantung yang berdenyut di antara deru mesin modernitas dan kesunyian selasar keraton. Kamis (09/04), di bawah langit Kompleks Kepatihan yang teduh, denyut itu terasa lebih kencang. Yogyakarta memperingati hari jadinya yang ke-271, sebuah usia yang bukan lagi tentang angka, melainkan tentang ketangguhan sebuah identitas.

Tahun ini, tema yang diusung bukan sekadar deretan kata tanpa makna: “Mulat Sarira, Jumangkah Jantraning Laku.” Sebuah ajakan mendalam untuk berefleksi, menengok ke dalam diri, sebelum melangkah mantap menggerakkan roda kehidupan. Di balik kemeriahan umbul-umbul dan gempita perayaan, terselip sebuah komitmen besar dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY: menjadikan produk lokal sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

“Bangga Buatan Jogja”: Bukan Sekadar Slogan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, berdiri dengan penuh wibawa saat menegaskan visi masa depan Yogyakarta. Baginya, kedaulatan ekonomi DIY harus dimulai dari tangan-tangan kreatif warganya sendiri. Melalui gerakan "Bangga Buatan Jogja", Pemda DIY secara resmi merangkul seluruh ekosistem kreatif—mulai dari perajin UKM di pelosok desa, desainer fashion yang visioner, hingga pegiat kuliner yang menjaga warisan rasa.

“Dengan menggunakan produk dan jasa dari daerah sendiri, kita tidak hanya memperkuat identitas DIY, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal sebagai kekuatan utama menuju kesejahteraan,” ujar Ni Made dengan nada optimis.

Harmoni Suara dan Gerak: Persembahan Istimewa Dinas Kebudayaan DIY

Keistimewaan Yogyakarta tidak hanya tertulis dalam undang-undang, tetapi berdenyut dalam ekspresi seninya. Puncak peringatan hari jadi kali ini menjadi panggung pembuktian bagi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY. Sebagai garda terdepan pelestari nilai-nilai luhur, tim Paduan Suara dan Line Dance dari Dinas Kebudayaan didapuk menjadi pengisi acara utama yang memukau hadirin di Kompleks Kepatihan.

Simfoni Pengabdian dalam Paduan Suara Alunan nada yang dibawakan oleh tim Paduan Suara Dinas Kebudayaan DIY bukan sekadar pemanis seremonial. Setiap lirik Mars Pemda DIY dan lagu-lagu daerah yang dikumandangkan membawa pesan mendalam tentang semangat pengabdian. Harmoni suara mereka merepresentasikan keselarasan antara birokrasi dan budaya—sebuah sinergi yang menjadi ciri khas kepemimpinan di tanah Mataram.

Line Dance: Tatkala Tradisi Bertemu Modernitas Kemeriahan memuncak saat tim Line Dance Dinas Kebudayaan DIY mengambil alih panggung. Dengan gerakan yang presisi namun luwes, mereka membuktikan bahwa ASN Yogyakarta adalah sosok yang adaptif. Penampilan ini bukan hanya soal ketangkasan fisik, melainkan sebuah pesan visual tentang bagaimana insan budaya di lingkungan pemerintahan mampu mengikuti "irama" zaman tanpa kehilangan pijakan pada etika dan estetika lokal.

Kehadiran tim dari Dinas Kebudayaan ini menjadi ruh dalam perhelatan ke-271. Mereka bukan sekadar penampil, melainkan representasi dari pesan Level Up Your Service bahwa melayani masyarakat bisa dilakukan dengan cara yang elegan, komunikatif, dan penuh keindahan.

Kricik-Becik dan Semangat Indonesia Asri

Di balik estetika panggung, Ketua Panitia Hari Jadi ke-271 DIY, Srie Nurkyatsiwi, menekankan bahwa perayaan ini adalah ruang untuk memaknai kembali tujuan mulia pembentukan DIY. Salah satu capaian paling menyentuh adalah Gerakan Kricik-Becik. Sebuah aksi sosial yang mengajak para ASN mengumpulkan uang logam (koin) yang berhasil terkumpul hingga kurang lebih Rp 64 juta untuk sektor pendidikan.

Anggrek yang Menggantikan Karangan Bunga Yogyakarta ke-271 juga bersolek dengan wajah yang lebih hijau. Menanggapi isu lingkungan global, panitia melakukan terobosan melalui gerakan Indonesia Asri. Kawasan Kepatihan kini dihiasi oleh tanaman hias dan anggrek-anggrek cantik sebagai pengganti karangan bunga konvensional. Langkah ini merupakan simbol pertumbuhan dan keberlanjutan—sebuah pesan bahwa pembangunan DIY harus selaras dengan kelestarian alam.

Catatan Prestasi yang Membanggakan Dedikasi dan latihan keras yang ditunjukkan oleh Dinas Kebudayaan DIY berbuah manis. Dalam ajang perlombaan antar-OPD, semangat Mulat Sarira membuahkan raihan gemilang yang mengharumkan nama instansi:

  • Juara 1 Lomba Line Dance
  • Juara 1 Lomba Paduan Suara dan Mars Pemda DIY
  • Juara 2 Lomba Kebersihan dan Keindahan (Non-Cluster)

Prestasi ini menjadi bukti bahwa profesionalisme dan kecintaan pada budaya dapat berjalan beriringan, menciptakan standar baru bagi kualitas ASN di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.

Melangkah Maju dalam Jantraning Laku

271 tahun adalah perjalanan panjang yang penuh dengan narasi perjuangan. Namun, sebagaimana ditegaskan oleh Ni Made Dwipanti Indrayanti, keistimewaan itu lahir dari langkah konsisten yang penuh makna. Ia bukan warisan statis, melainkan energi yang harus terus diperbarui setiap hari.

"Mari jadikan energi 271 tahun ini untuk terus meningkatkan jati diri dan kemajuan DIY," pesan Ni Made sebagai penutup rangkaian seremoni.

Menyongsong Masa Depan Yogyakarta hari ini sedang bertransformasi. Dari kota budaya yang tenang menjadi pusat ekosistem kreatif yang dinamis. Keberhasilan tim Dinas Kebudayaan DIY dalam memadukan tugas kedinasan dengan kemahiran seni adalah cermin kecil dari masa depan DIY yang gemilang: sebuah daerah yang modern namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai adiluhung.

Capaian prestasi sebagai Juara 1 Paduan Suara dan Line Dance harus menjadi penyemangat untuk terus mulat sarira. Ia adalah pengingat bahwa dalam setiap harmoni langkah dan nada, ada tanggung jawab besar untuk menjaga martabat Yogyakarta agar tetap "Istimewa".

Selamat hari jadi ke-271, Yogyakarta. Teruslah tumbuh, teruslah menginspirasi dalam setiap langkah Jantraning Laku. (Rozak)

Berita Terpopuler


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Limbah Industri: Jenis, Bahaya dan Pengelolaan Limbah

by museum || 18 September 2023

Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2026

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta