"Sound of Us: Era Baru Jazz Generasi Muda Dukungan Kundha Kabudayan"

by ifid|| 02 Mei 2026 || 508 kali

...

Pernah kepikiran nggak sih, apa jadinya kalau musik Jazz yang sering dianggap “berat” dan “musik orang tua” tiba-tiba disulap jadi sesuatu yang fresh, vibey, dan bener-bener mencerminkan jiwa kita? Kalau kalian kemarin sempat mampir ke Yogyakarta, ada satu pergerakan keren bernama "Sound Of Us" yang sukses ngebuktiin kalau Jazz itu bisa jadi identitas kolektif buat kita semua.

Nggak cuma sekadar konser, "Sound Of Us" adalah sebuah perayaan International Jazz Day yang bener-bener punya spirit anak muda banget. Melodi Jazz yang elegan dikawinkan sama kekayaan musik nusantara yang heritage abis. Hasilnya? Sebuah sajian musik yang nggak cuma dinamis, tapi juga bikin kita bangga sama kekayaan Indonesia dalam balutan yang sangat modern.

Kerennya lagi, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY hadir penuh untuk mensupport kegiatan Kompazz ini dengan dukungan Dana Keistimewaan, membuktikan kalau pemerintah pun sangat peduli dengan ruang berekspresi anak muda.

Dibalik layar keseruan ini, ada komunitas solid bernama KOMPAZZ. Mereka ini Unit Kegiatan Mahasiswa dari Program Studi Penyajian Musik, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Berdiri sejak 2012, mereka konsisten jadi wadah buat siapa aja yang mau belajar, kolaborasi, dan leveling up di dunia musik populer Jazz.

Mission: Possible! Vibes Valid dari Skena Bawah Panggung

Banyak yang nanya, "Kenapa sih harus Jazz?". Jawabannya simpel. "Sound Of Us" punya misi buat menyemarakkan International Jazz Day sekaligus buka koneksi seluas-luasnya di luar kampus. Event ini jadi benchmark buat musisi muda lokal buat dapet panggung promosi yang layak dan profesional.

Target audiens mereka didominasi oleh rentang usia 18-45 tahun. Artinya, Gen Z dan Milenial Muda adalah jantung dari acara ini. Energi ini bener-bener kerasa dari antusiasme penonton yang hadir.

Yordan Ketua Kompazz, nggak bisa nyembunyiin rasa excited-nya. Sambil senyum sumringah, ia cerita gimana acara ini sukses ngebawa mood yang asyik banget buat anak-anak seumurannya.

"Acaranya pecah banget sih! Jazz yang dibawain nggak ngebosenin, malah asyik banget buat sing-along. Vibes Jogja-nya dapet, modernnya juga dapet." ungkapnya Yordan 

Solidaritas Tim & Suara dari Sang Player

Bikin acara sekeren ini jelas butuh tim yang super solid. Dipimpin oleh Hernu Prastyo (Ketua Pelaksana), Calista (Bendahara), Ica (Sekretaris), dan Issa (Humas), proses kreatifnya berjalan sangat terukur. Dari jam 12 siang, tim crew, LO, sampai Operator Video udah maraton checksound buat mastiin transisi antar 5 combo berjalan mulus tanpa awkward silence.

Di balik panggung, energi yang sama juga dirasain langsung sama mereka yang terlibat di area produksi dan performance.Hernu Prastyo Ketua Pelaksana ngasih gambaran gimana spirit kolektif ini bener-bener nyala. Dengan gestur penuh semangat, ia ngebagiin testimoninya.

"Sebagai bagian dari generasi muda yang suka musik, acara kayak Sound of Us ini ngebantu banget buat kita nge-explore eksplorasi baru. Respect buat Kompazz yang udah ngewadahin kita semua..."]" tutur Hernu.

Lineup Premium & Apresiasi Lintas Generasi

Ngomongin konser tapi nggak ngomongin penampilnya itu kurang afdal. "Sound Of Us" nampilin deretan line up yang "daging" semua: Masiki, Idle Moments, Blue Matter Trio, sampai Smoove. Nggak ketinggalan Josias Adrian. T Quartet yang ngebakar panggung pakai improvisasi kelas wahid.

Hebatnya, pergerakan modern ini nggak cuma di-amini sama anak mudanya aja. Kualitas yang disuguhkan ternyata sukses bikin takjub generasi senior. Hal ini tergambar jelas dari senyum puas dan tawa lepas seorang pria paruh baya berkemeja putih linen yang hadir malam itu Josias Adrian. T Quartet. Sambil mengacungkan kepalan tangan bangga, tokoh ini ngasih statement yang bikin skena musik muda makin optimis.

"Saya sangat mengapresiasi anak-anak muda ini. Mereka mengemas Jazz menjadi sesuatu yang sangat elegan namun tetap merakyat. Sinergi seperti inilah yang membuat kebudayaan kita terus hidup dan relevan..." jelas Josias dengan bangganya.

Future Vibe: Investasi Jangka Panjang Skema Kreatif

"Sound Of Us" bukan cuma hura-hura satu malam. Ini adalah investasi jangka panjang buat ekosistem kreatif Jogja. Event ini dirancang buat buka koneksi ke musisi lain, penyelenggara gigs, bahkan buka potensi kolaborasi bisnis, mulai dari pembuatan merchandise sampai mimpi bikin mini festival tahunan.

Bagi brand atau ekosistem creative hub, ini adalah lahan emas. Dengan audiens yang aktif, exposure di sosial media musisi dan komunitas jadi organic marketing yang efektif.

Pada akhirnya, "Sound of Us" dan Kundha Kabudayan DIY ngajarin kita satu hal: pelestarian budaya dan musik itu nggak harus kaku. Dengan sentuhan yang tepat, ia bisa jadi mood booster paling valid buat generasi masa depan. Pantengin terus gebrakan mereka di Instagram @kkm.kompazz. Keep the jazz alive, and stay elegant! (ifit)

Berita Terpopuler


...
Siklus Air: Definisi, Proses, dan Jenis Siklus Air

by museum || 04 Juli 2023

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...


...
Batik Kawung

by museum || 02 Juni 2022

Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...


...
Pahlawan Perintis Pendidikan Perempuan Jawa Barat Raden Dewi Sartika (1884-1947)

by museum || 24 Mei 2022

Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...


...
Limbah Industri: Jenis, Bahaya dan Pengelolaan Limbah

by museum || 18 September 2023

Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...


...
Laksamana Malahayati Perempuan Pejuang yang berasal dari Kesultaan Aceh.

by museum || 12 September 2022

Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...



Berita Terkait


...
Inilah Sabda Tama Sultan HB X

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...


...
Permasalahan Pakualaman Juga Persoalan Kraton

by admin || 11 Mei 2012

YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...


...
PENTAS TEATER 'GUNDALA GAWAT'

by admin || 18 Juni 2013

"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...





Copyright@2026

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta