by ifid|| 14 Agustus 2026 || 12 kali
Denting musik perlahan memenuhi Lapangan Panahan Kompleks Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa malam (11/8). Dari atas panggung, suara berpadu dengan alunan orkestra, membawa lagu-lagu kebangsaan ke hadapan masyarakat yang datang menyaksikan Konser Kemerdekaan Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026.
Mengusung tema “Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara”, malam itu, panggung tidak hanya mempertemukan suara dan instrumen musik. Di dalamnya berkumpul ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia yang sebelumnya melewati proses seleksi untuk menjadi bagian dari GBN 2026. Sebanyak 120 penyanyi dari 30 provinsi serta 60 musisi bergabung dalam satu kelompok musik yang akan turut mengisi rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di antara ratusan talenta tersebut, empat suara datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka adalah Jenn Disty Avalon sebagai perwakilan suara sopran, Lucky Hanna Lubis sebagai Alto, Hafizh Arrafi sebagai tenor, dan Aqil Muhammad Fauzi sebagai bass. Keempatnya telah melewati proses panjang dalam Audisi GBN DIY 2026 sebelum akhirnya terpilih membawa nama Yogyakarta ke tingkat nasional.
Jika sebelumnya mereka berdiri sendiri di hadapan dewan juri untuk membuktikan kemampuan masing-masing, malam itu keempatnya menjadi bagian dari sebuah suara yang jauh lebih besar. Suara mereka melebur bersama penyanyi dan musisi muda dari berbagai daerah, membentuk harmoni yang tidak lagi membawa identitas satu wilayah, melainkan satu Indonesia.
Momen tersebut memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi ruang pertemuan bagi keberagaman. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa, salah satunya melalui musik.
“Kita ini mempunyai kekayaan seni dan budaya yang luar biasa, dan musik adalah salah satunya. Kita punya ekspresi budaya musik dari Sabang sampai Meroke, dari Nyangga sampai Pulau Rote, dari 1340 etnis kita punya, 718 bahasa kita punya.” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman. Justru, perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat. Gita Bahana Nusantara menjadi salah satu ruang untuk memperlihatkan hal tersebut melalui pertemuan talenta muda dari berbagai daerah dalam satu panggung.
“Kekayaan, keberagaman, perbedaan bukanlah ancaman. Tapi bagi kita perbedaan, kekayaan budaya, keberagaman itu adalah kekuatan pemersatu,” ungkap Fadli.
Pernyataan tersebut terasa dalam pertunjukkan malam itu. Lagu-lagu kebangsaan yang dibawakan tidak hanya menjadi rangkaian repertoar, tetapi juga menjadi pengikat bagi para penyanyi muda yang datang dengan latar budaya yang berbeda. Fadli menyebut GBN sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 2026.
Sebelum menutup sambutannya, Fadli Zon menyampaikan sebuah pantun yang sekaligus merangkum semangat konser malam itu:
“Berkumandang lagu sarat makna.
Mengalun Indah menyentuh sukma.
Konser Gita Bahana Nusanara,
Kobarkan semangat juang bangsa.”
Pantun tersebut menjadi penutup sambutan sebelum panggung kembali dipenuhi suara musik. Dari Pakansari, Gita Bahana Nusantara melanjutkan langkah menuju penampilan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Dari Audisi DIY Menuju Harmoni Nusantara
Perjalanan menuju panggung Gita Bahana Nusantara tidak berhenti ketika nama empat perwakilan DIY diumumkan. Setelah melewati proses audisi di Yogyakarta, Jenn, Lucky, Hafizh, dan Aqil kembali dipertemukan dalam ruang yang lebih besar, bersama penyanyi dan musisi muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Di panggung Pakansari, identitas mereka sebagai perwakilan Yogyakarta tetap melekat, tetapi suara yang dibawa tidak lagi berdiri sendiri. Sopran, alto, tenor, dan bass berpadu dalam satu komposisi, menempatkan setiap suara pada perannya masing-masing untuk membentuk satu kesatuan musik.
Pengalaman tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan mereka setelah proses seleksi. Sebelumnya, keempatnya harus membuktikan kemampuan masing-masing di hadapan dewan juri. Kini, mereka harus menjadi bagian dari sebuah kelompok besar yang menuntut setiap penyanyi untuk saling mendengarkan dan menjaga harmoni.
Kehadiran mereka bersama talenta dari berbagai daerah sekaligus memperlihatkan semangat yang sejak awal dibangun dalam GBN DIY. Audisi bukan hanya menjadi ruang untuk mencari penyanyi yang memiliki kemampuan vokal terbaik, tetapi juga menjadi pintu bagi generasi muda untuk berkembang melalui seni suara dan mendapatkan pengalaman di tingkat nasional.
Di tengah perbedaan latar belakang, musik menjadi bahasa yang mempertemukan mereka. Setiap suara tetap membawa karakter masing-masing, tetapi ketika dinyanyikan bersama, perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari harmoni.
Hal inilah yang kemudian menjadi gambaran dari pesan Fadli Zon bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu. GBN mempertemukan anak-anak muda dari berbagai wilayah dalam satu panggung, bukan dengan menghilangkan perbedaan, tetapi dengan menyatukannya melalui musik.
Satu Suara dari Yogyakarta Dalam Balutan Orkestra
Di antara rangkaian konser, suara tenor dari Yogyakarta, Hafizh Arrafi, hadir dalam segmen yang berbeda. Bersama seorang penyanyi lainnya, Hafizh membawakan lagu “Rahasia Hati” milik Nidji dengan iringan orkestra Gita Bahana Nusantara.
Alunan suara keduanya berjalan bersama musik orkestra yang memenuhi panggung. Sementara itu, layar besar di belakang mereka menampilkan wajah-wajah orang terdekat dari kedua penyanyi. Visual tersebut hadir bersamaan dengan lagu yang dibawakan, memberikan warna berbeda di tengah konser yang didominasi semangat kebangsaan.
Hafizh, yang sebelumnya terpilih sebagai perwakilan DIY kategori tenor, malam itu tidak hanya menjadi bagian dari paduan suara GBN. Ia juga mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan bernyanyi dalam format yang lebih personal melalui lagu yang dikenal luas oleh masyarakat.
Iringan orkestra GBN membuat lagu tersebut hadir dalam suasana panggung yang berbeda. Di hadapan penonton Pakansari, suara Hafizh dan rekan duetnya berpadu dengan puluhan musisi muda yang menjadi bagian dari Gita Bahana Nusantara.
Visual wajah orang-orang terdekat yang muncul di layar turut menjadi bagian dari momen tersebut. Kehadirannya membawa sisi yang lebih dekat dengan kehidupan para penampil, di tengah panggung besar yang mempertemukan talenta muda dari berbagai penjuru Indonesia.
Bagi Hafizh, kesempatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang sebelumnya dimulai dari ruang audisi di Yogyakarta. Dari sana, langkahnya berlanjut hingga ke panggung GBN bersama penyanyi dan musisi muda dari berbagai daerah.
Suara dari Yogyakarta tidak hanya terdengar dalam harmoni paduan suara. Melalui “Rahasia Hati”, suara tenor Hafizh juga mengambil ruang tersendiri di tengah orkestra GBN, sebelum seluruh rangkaian konser mengantarkan para talenta muda tersebut menuju tugas berikutnya pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara.
Dari panggung Pakansari, perjalanan mereka belum benar-benar sampai pada akhir. Konser malam itu menjadi satu persinggahan sebelum mereka kembali berdiri di panggung yang lebih besar, membawa harmoni yang telah mereka bangun bersama talenta muda dari berbagai penjuru Indonesia.
Sebentar lagi, suara-suara itu akan kembali bertemu dalam suasana yang berbeda. Bukan lagi di tengah konser menuju kemerdekaan, melainkan di hadapan bangsa yang mereka wakili. Di sana, Jenn, Lucky, Hafizh, dan Aqil akan membawa satu hal yang sama: suara Yogyakarta yang telah menjadi bagian dari suara Indonesia. (Juliana/Ifit)
by museum || 04 Juli 2023
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Untungnya, air adalah sumber daya alam terbarukan. Proses pembaharuan air berlangsung dalam ...
by museum || 02 Juni 2022
Batik merupakan karya bangsa Indonesia yang terdiri dari perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia, yang membuat batik memiliki daya tarik adalah karena batik memiliki corak ...
by museum || 24 Mei 2022
Raden Dewi Sartika dilahirkan tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat, puteri Raden Somanagara dari ibu Raden Ayu Rajapermas. Dewi Sartika menumpuh Pendidikan di Cicalengka. Di sekolah ia ...
by museum || 18 September 2023
Limbah merupakan masalah besar yang dirasakan di hampir setiap negara. Jumlah limbah akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Permasalahan sampah timbul dari berbagai sektor terutama dari ...
by museum || 12 September 2022
Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Sebagai perempuan yang berdarah biru, pda tahun 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Sabda tama yang disampaikan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB, secara lugas menegaskan akan posisi tawar Kraton dan Pakualaman dalam NKRI. Sabda tama ini ...
by admin || 11 Mei 2012
YOGYA (KRjogja.com) - Kerabat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Hadi Jatiningrat menafsirkan sabda tama Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai bentuk penegasan bahwa persoalan yang menyangkut ...
by admin || 18 Juni 2013
"SIFAT petir itu muncul secara spontan, mendadak, tidak memilih sasaran. Beda dengan petir yang di lapas Cebongan. Sistemik, terkendali," ujar Pak Petir.Pernyataan tersebut lalu dikomentari super ...