Berita dan Informasi


...
Djokja 1946-1949: Etalase Hidup Sang Republik

by ifid|| 17 April 2026 || 119 kali


Peristiwa perpindahan ibu kota Negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta pada tahun 1946 merupakan suatu titik balik penting yang begitu menentukan bagi arus sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pada paruh akhir 1945, Indonesia, khususnya Jakarta, menjadi tanah yang begitu bergejolak. Suasana mencekam diwarnai teror, operasi militer, dan penculikan yang gencar dilakukan oleh NICA, membuat roda pemerintahan Republik Indonesia menjadi macet. Keamanan para pejabat pemerintah terancam ...

...
Menempa Pewaris: Gen Z & Masa Depan Keris

by ifid|| 17 April 2026 || 38 kali


Di tengah gempuran arus modernisasi yang kian kencang, sebuah perhelatan budaya hadir bukan sekadar untuk mengenang masa lalu, melainkan untuk mengamankan masa depan. Pameran Keris "Merintis Pewaris" yang digelar pada 17-20 April 2026 di Grha Keris-Banyusumurup menjadi tonggak penting dalam pelestarian warisan dunia. Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa tema ...

...
Pembukaan HPKN

by admin|| 16 April 2026 || 0 kali


Pembukaan HPKN

...
Senandung Budi: Denyut Nadi Langencarita

by admin|| 16 April 2026 || 28 kali


Di tengah pusaran era modern, ketika anak-anak kini lebih sering menundukkan kepala pada pendaran layar gawai dan terasing dalam gelembung media sosial, sebuah kearifan kuno dari seabad silam kembali memanggil. Jauh sebelum hiruk-pikuk digitalisasi merajai ruang bermain, Ki Hadjar Dewantara telah merumuskan sebuah konsep pendidikan yang menyelami relung jiwa anak-anak terdalam: Langencarita. Berakar dari tahun 1920-an, metode ini bukanlah sekadar seni pertunjukan biasa. Ia adalah medium ...

...
Lakon Enam Jam, Napas Abadi Kedaulatan

by ifid|| 15 April 2026 || 53 kali


Lampu sorot di panggung perlahan meredup, menyisakan temaram yang mencekam. Diiringi alunan gending yang mengalun lirih dan menyayat hati, atmosfer ruangan seketika berubah. Yogyakarta bukan lagi ibu kota yang bernapas lega. Di atas panggung itu, sang ibu kota dikisahkan telah menjadi kota mati. Gerak tubuh para penari yang kaku dan tertahan melambangkan rakyat yang dibelenggu oleh bayang-bayang seragam hijau tentara Belanda. Di sudut-sudut panggung, kabut buatan mengepul, menyerupai asap ...

...
Arsitektur yang Bernapas: Menjaga Jiwa Yogyakarta

by ifid|| 15 April 2026 || 70 kali


YOGYAKARTA – Di balik kemegahan panggung Royal Ambarrukmo, Sabtu (11/04/2026), sebuah narasi besar tentang masa depan peradaban Jawa sedang dirajut. Di hadapan para peneliti dunia, Dian Lakshmi Pratiwi, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, berdiri membawa pesan yang melampaui sekadar teknis bangunan. Baginya, arsitektur Yogyakarta bukan sekadar tumpukan bata dan semen; ia adalah sebuah "napas" yang menghidupkan identitas kota. Sumbu Filosofi sebagai Kompas Peradaban Dalam ...




Copyright@2026

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta