Artikel Budaya


...
Mengenal Bangunan Berarsitektur Tradisional Jawa : Bangunan Limasan

by pamongbudaya|| 21 Juni 2021 || || 813 kali


Bangunan limasan, menurut naskah-naskah lama tentang bangunan rumah berarsitektur Jawa  merupakan pengembangan dari bangunan dengan bentuk joglo.  Dari bangunan berbentuk joglo kemudian berkembang dengan melipatgandakan ukuran baik pada sisi panjang maupun pada sisi pendeknya. Sisi yang panjang kemudian dibagi dalam 3 bagian sedangkan sisi yang pendek tidak dibagi dan tetap dibiarkan. Namanya berubah menjadi gajah-sap yang berarti gajah ganda/rangkap. Gajah adalah sebutan untuk balok ...


...
Mengenal Bangunan Berarsitektur Tradisional Jawa. Jenis Bangunan Menurut Bentuknya : Tajug, Joglo, Limasan dan Kampung

by pamongbudaya|| 18 Juni 2021 || || 490 kali


Bangunan berarsitektur tradisional Jawa dari bentuk atapnya dibagi dalam 4 jenis. Pada awalnya yang dipakai sebagai pedoman adalah apa yang disebut dengan bentuk taj/taju (bahasa arab yang berarti mahkota).  Kemudian kata ini lebih dikenal dengan istilah tajug. Bangunan yang menggunakan atap berbentuk tajug ini bentuk denahnya adalah bujursangkar yang panjang keempat sisinya sama.  Jenis yang kedua adalah joglo, kata yang berasal dari kata jug-loro, yaitu tajug- loro, yang artinya dua ...


...
Mengenal Bangunan Berarsitektur Tradisional Jawa. Bangunan Joglo

by pamongbudaya|| 18 Juni 2021 || || 1.294 kali


Bangunan Joglo adalah satu dari empat bentuk bangunan yang ada di dalam naskah-naskah lama tentang bangunan rumah berarsitektur tradisional Jawa. Bentuk lainnya adalah tajug, limasan dan kampung. Bentuk-bentuk ini disebut berdaar pada bentuk atap yang ada di suatu bangunan. Pada bangunan dengan atap joglo terdapat 4 buah tiang (saka) yang berada di tengah yang biasa disebut saka guru. Saka guru dihubungkan oleh sunduk dan di atasnya terdapat blandar pamidangan. Di atas blandar pamidangan ini ...


...
Perawatan Joglo Jagalan Kotagede di Tahun 2021

by pamongbudaya|| 16 Juni 2021 || || 192 kali


Joglo Jagalan Kotagede atau Joglo Kotagede yang dimaksud di sini adalah dua bangunan yang dimiliki oleh Pemda DIY yang terletak di  Citran RT 04 RW 04, Kalurahan Jagalan Kapenewon (istilah Kecamatan yang ada di Kabupaten di DIY) Banguntapan, Bantul. Meskipun secara administratif bangunan ini bukan berada di wilayah Kotagede yang merupakan nama Kemantren (istilah Kecamatan di Kota Yogyakarta) di Kota Yogyakarta namun dalam kaitannya dengan kawasan cagar budaya, bangunan ini masih terletak ...


...
Sri, Kitri, Gana, Liyu, Pokah

by pamongbudaya|| 08 Juni 2021 || || 777 kali


Apakah yang dimaksud dengan istilah sri, kitri, gana, liyu, pokah ? Dalam pengetahuan tentang bangunan berarsitektur Jawa, kelima istilah itu digunakan untuk menghitung jumlah usuk pada suatu bangunan. Selain itu, istilah ini juga digunakan untuk mengukur panjang balandar / balok pada suatu bangunan. Pada suatu bangunan Jawa, jumlah usuk pada keempat sisi atap dihitung dan kemudian dibagi 5, jika jumlahnya bersisa 1 maka disebut sri/sari, bersisa 2 disebut kitri, bersisa 3 disebut gana, bersisa ...


...
Kegiatan Perencanaan Teknis Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya

by pamongbudaya|| 24 Mei 2021 || || 301 kali


Beberapa kegiatan pendahuluan sudah dilakukan sebelum kegiatan pemeliharaan atau rehabilitasi pada suatu bangunan cagar budaya. Salah satu dari kegiatan tersebut adalah kegiatan perencanaan teknis. Kegiatan perencanaan teknis dilakukan oleh sejumlah orang yang kompeten di bidangnya antara lain tenaga ahli di bidang arsitektur, sipil, arkeologi dan/atau di bidang lainnya seperti elektrikal dan mekanikal. Di dalam kegiatan perencanaan teknis ini, perencana antara lain akan mendokumentasikan ...


...
Sengkalan di Bangunan Cagar Budaya

by pamongbudaya|| 18 Mei 2021 || || 2.332 kali


Pada sejumlah bangunan, kita dapat menemui tulisan yang menunjukkan kapan bangunan tersebut dikerjakan atau selesai dibangun. Tulisan tersebut dapat berupa prasasti yang umumnya dibuat di batu andesit, batu granit atau batu marmer, dapat pula dituliskan langsung di bagian tertentu dari bangunan. Pada bangunan cagar budaya kita dapat menjumpai hal yang sama. Angka tahun pada bangunan cagar budaya ada yang ditulis dengan angka biasa (angka Arab), ada yang ditulis dengan angka romawi dan pada ...


...
Narasunya, Ganeya, Nurwitri, Byabya

by pamongbudaya|| 26 April 2021 || || 197 kali


Narasunya, ganeya, nurwitri, dan byabya adalah nama tanda yang terdapat di empat bagian sudut atas dari pertemuan balok-balok dan kolom kayu pada bangunan bergaya arsitektur Jawa. Tanda ini dinamakan angka kalang, dan ada juga yang menyebutnya angka ageng. Berikut ini adalah letak dari tanda-tanda tersebut : narasunya terletak di sudut timur laut, ganeya terletak di sudut tenggara, nurwitri terletak di sudut barat daya, dan byabya terletak di sudut barat laut. Tanda-tanda ini semuanya ...


...
Tenaga Ahli Pendamping Pemugaran dan Konservator di Kegiatan Rehabilitasi Cagar Budaya Tahun 2021

by pamongbudaya|| 26 April 2021 || || 627 kali


Dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, disebutkan bahwa pemugaran bangunan cagar budaya dan struktur cagar budaya yang rusak dilakukan untuk mengembalikan kondisi fisik dengan cara memperbaiki, memperkuat, dan/atau mengawetkannya melalui pekerjaan rekonstruksi, konsolidasi, rehabilitasi, dan restorasi. Dalam kegiatan pemugaran ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dan salah satunya adalah kompetensi pelaksana di bidang pemugaran. Menurut penjelasan dalam undang-undang ...


...
Rehabilitasi Gereja Katolik Santo Antonius Kotabaru di Tahun 2020

by pamongbudaya|| 16 Desember 2020 || || 399 kali


Bangunan Gereja Katolik Santo Antonius Kotabaru selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal 26 September 1926. Pada bagian kaki bangunan sebelah selatan terdapat plakat prasasti yang tertulis “ARCH.EN.INGRS.BUREAU HULSWIT EN FERMONT-CUYPERS” yang merupakan biro arsitek dan pembangun gedung-gedung di Hindia Belanda yaitu N.V. Architecten-Ingenieurs- bureau Hulswit en Fermont te Weltevreden en Ed. Cuypers te Amsterdam. Gereja ini terletak di sebelah timur bangunan Kolese Santo ...





Copyright@2022

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta